DK-Lingga — Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL), Dimas Alparezi Bastian, menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi ekonomi daerah yang belum mampu memberikan ruang kerja yang cukup bagi generasi muda Lingga.
Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Lingga berada pada kisaran 3,38 persen hingga 3,52 persen pada periode 2024–2025. Angka ini mencerminkan masih terbatasnya daya serap tenaga kerja lokal, khususnya bagi lulusan pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
Dimas menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan realita yang dirasakan langsung oleh mahasiswa dan pemuda Lingga ketika kembali ke kampung halaman namun sulit mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Data pengangguran ini memperlihatkan bahwa masih banyak anak daerah yang belum mendapatkan ruang kerja. Kondisi ini memaksa sebagian besar pemuda untuk merantau, sementara potensi daerah belum dimaksimalkan,” ujar Dimas.
Oleh karena itu, investasi berskala besar seperti proyek PT Tianshan Alumina Indonesia dinilai sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
“Perlu kami tegaskan bahwa mahasiswa mendukung penuh masuknya investasi ke Kabupaten Lingga, termasuk investasi PT Tianshan. Namun yang kami dorong adalah kejelasan dan keseriusan agar investasi ini benar-benar terealisasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, serta dampak nyata bagi mahasiswa,iya juga menyampaikan dengan adanya investasi ini berharap memiliki dampak langsung terhadap mahasiswa dengan adanya beasiswa CSR sehingga langsung berdampak kepada mahasiswa” tegas Dimas.
Ia menambahkan, mandeknya investasi akibat persoalan lahan tidak seharusnya berlarut-larut. Pemerintah daerah terutama bupati dan wakil bupati lingga serta pihak terkait harus segera mencari solusi konkret agar pembangunan industri dapat berjalan dan menyerap tenaga kerja lokal sebagaimana yang diharapkan.Iya juga menegaskan bahwasanya kami dari mahasiswa juga secara penuh mendukung agar investasi ini segera berjalan serta mampu mengatasi masalah lapangan pekerjaan di lingga.
Dimas menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa IMKL akan terus mengawal proses investasi tersebut. Mahasiswa, kata dia, tidak hadir untuk menolak pembangunan, melainkan memastikan bahwa investasi berjalan secara adil, transparan, dan benar-benar berpihak pada masa depan ekonomi dan kesejahteraan anak daerah Kabupaten Lingga.














