UIN Datokarama Usulkan Menag Nasaruddin Umar Raih Nobel Perdamaian Internasional

Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, mengusulkan Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, untuk menerima Penghargaan Nobel Perdamaian Internasional.

Menag Nasaruddin Umar dalam kunjungan kerja ke Vatikan, Roma, menghadiri acara temu tokoh agama bersama Paus Leo XIV pada 28 Oktober 2025.
Menag Nasaruddin Umar dalam kunjungan kerja ke Vatikan, Roma, menghadiri acara temu tokoh agama bersama Paus Leo XIV pada 28 Oktober 2025.(Tangkapan Layar).

DK-Palu — Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, mengusulkan Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, untuk menerima Penghargaan Nobel Perdamaian Internasional.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, dalam Wisuda ke-45 Sarjana, Magister, dan Doktor di Aula Utama kampus tersebut, Minggu (2/11/2025).

“Atas nama civitas UIN Datokarama Palu, kami mengusulkan kepada dunia internasional bahwa Menag layak mendapatkan Nobel Perdamaian, yakni sebagai tokoh lintas agama yang berpengaruh,” ujar Prof. Lukman di hadapan para wisudawan dan undangan.

Menurut Prof. Lukman, kiprah Nasaruddin Umar dalam membangun dialog lintas iman tidak hanya sebatas wacana, melainkan tercermin dari tindakan nyata yang memperkuat spirit toleransi, kemanusiaan, dan harmoni global.

“Beliau bukan sekadar Menteri Agama, tetapi jembatan nurani yang menghubungkan Timur dan Barat, Islam dan Kristen, tradisi dan modernitas,” jelasnya.

Gestur Lintas Iman dan Dialog Kemanusiaan

Prof. Lukman mencontohkan berbagai momen penting yang menunjukkan peran Menag Nasaruddin Umar sebagai tokoh lintas agama dunia, salah satunya ketika Paus Fransiskus berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta.
Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi simbol persaudaraan lintas iman melalui gestur saling menghormati antara Paus dan Nasaruddin Umar.

“Itu bukan sekadar gestur, tetapi pesan bahwa kasih dan perdamaian tidak membutuhkan penerjemah agama,” tutur Lukman.

Ia juga menyinggung peristiwa terbaru ketika Nasaruddin Umar berkunjung ke Vatikan dan menyampaikan orasi perdamaian di hadapan Paus Leo XIV, serta berziarah ke makam Paus Fransiskus.
Kunjungan tersebut dinilai sebagai bentuk kelanjutan persahabatan lintas iman yang menjadi contoh bagi dunia.

“Pak Menteri menempuh jalan sunyi yang mungkin sepi tepuk tangan, tetapi penuh doa. Ia berjalan di jalan yang tidak mudah, namun penuh keikhlasan,” tambahnya.

Dari Palu untuk Perdamaian Dunia

Prof. Lukman menegaskan, UIN Datokarama Palu akan terus menjaga spirit perdamaian dan toleransi yang selama ini disuarakan Menteri Agama.
Ia menyebut, semangat perdamaian harus berakar dari nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin dan diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Dari Palu, dari Indonesia, kami ikut mengawal nyala perdamaian global. Agama sejati bukan untuk memisahkan, tetapi untuk memeluk,” tegasnya.