Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Kanapa-Napa Hadirkan Mesin Penyuling Nilam

Ketgam : Tempat pengelolaan mesin penyuling nilam Desa Kanapa-napa
Ketgam : Tempat pengelolaan mesin penyuling nilam Desa Kanapa-napa

DK – Buton Tengah – Pemerintah Desa Kanapa-napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Tahun ini, salah satu program unggulan yang mulai dirasakan manfaatnya oleh warga adalah pengadaan satu paket mesin penyuling nilam lengkap, yang terdiri dari satu unit mesin utama serta dua panci penyulingan—panci pemasak nilam dan panci pendingin.

Bantuan tersebut diturunkan sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap mayoritas warga yang menggantungkan hidup pada budidaya nilam. Dengan adanya fasilitas penyulingan yang lebih modern dan terpusat, produktivitas petani nilam kini mulai meningkat, sekaligus menjaga kualitas minyak nilam sebagai komoditas unggulan Desa Kanapa-napa.

Mesin penyuling nilam ini telah digunakan selama empat bulan. Dalam periode tersebut, aktivitas penyulingan berlangsung cukup stabil, meskipun jumlah petani yang datang bergantung pada musim panen.

“Harga penyulingannya 600 ribu per panci. Kalau lagi sepi biasanya hanya satu petani yang membawa nilamnya, tapi kalau musim ramai bisa sampai tiga kali masak dalam sehari,” ujar salah satu pengelola, La Hanufi saat di konfirmasi

Dalam operasionalnya, mesin ini dikelola oleh empat karyawan desa. Setiap proses penyulingan melibatkan dua orang secara bergiliran, terutama untuk menjaga api tetap menyala selama proses berlangsung.

“Hasil penyulingan ini kami bagi bersama karyawan yang lain. Kami bekerja dua orang setiap satu kali masak, ganti-gantian menjaga api,” tambahnya.

Model pengelolaan kolektif ini bukan hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menciptakan sistem pemberdayaan yang adil bagi tenaga kerja di desa.

Ketgam : Panci Pemasak Nilam
Ketgam : Panci Pemasak Nilam

Kepala Desa Kanapa-napa, Marzuki, menjelaskan bahwa pengadaan mesin penyuling tersebut merupakan program strategis pemerintah desa tahun 2025 yang bertujuan langsung mendukung sumber penghasilan utama warga.

“Mesin penyuling nilam itu merupakan program kita tahun ini karena di Desa Kanapa-napa mayoritas penduduk menanam nilam,” ungkapnya, Senin (24/11/2025)

Ia menambahkan, anggaran program ini mencapai sekitar Rp139 juta, yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2025. Investasi ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi desa dalam jangka panjang.

Meski operasional mesin sudah berjalan, Kepala Desa Marzuki menegaskan bahwa pemerintah desa masih memprioritaskan aspek pemberdayaan masyarakat. Pendapatan dari penggunaan mesin sementara belum ditarik masuk ke kas desa.

“Untuk sementara ini belum ada yang masuk ke Kas Desa, kita prioritaskan dulu pemberdayaannya. Bertahap kita akan benahi pengelolaannya supaya berdampak pada pendapatan desa,” jelasnya.

Pemdes Kanapa-napa berencana melakukan penataan manajemen pengelolaan, termasuk regulasi tarif, transparansi hasil, dan pemanfaatan pendapatan bagi pembangunan desa. Dengan penataan yang lebih baik, mesin penyuling ini diharapkan tidak hanya membantu petani, tetapi juga memberikan pemasukan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau PADes di masa mendatang.

Program mesin penyuling nilam ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah desa tidak sekadar menyediakan bantuan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan. Dengan fasilitas yang memadai, nilai jual nilam warga meningkat, tenaga kerja terserap, dan desa semakin mandiri dari sisi ekonomi.

Kedepan, Pemdes Kanapa-napa mengharapkan para petani mampu konsisten memanfaatkan layanan penyulingan ini agar produksi minyak nilam bisa menjadi komoditas unggulan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Penulis: AkbarEditor: Herman