Pantai Balobone Jadi Magnet Baru Di Buteng, Turis Ikut Berkunjung : Dispar Tekankan Pentingnya SOP Keselamatan

Ketgam : Motor-Pantai Jajuli Beach Desa Balobone Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah
Ketgam : Motor-Pantai Jajuli Beach Desa Balobone Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah

DK – BUTON TENGAH – Kawasan pesisir Desa Balobone, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, terus menegaskan diri sebagai destinasi wisata bahari favorit yang menawarkan kesejukan alam, keramahan masyarakat, serta pengalaman wisata yang lengkap dan terjangkau. Tiga destinasi utamanya—Pantai Ladado, Pantai Labobo, dan Jajuli Beach—menjadi magnet yang setiap akhir pekan dipadati ratusan bahkan ribuan wisatawan.

Pantai-pantai yang dikelola langsung oleh masyarakat Desa Balobone tersebut memiliki karakter khas berupa hamparan pasir putih, deretan pohon kelapa yang tumbuh alami di sepanjang pesisir, serta panorama laut yang langsung mengarah ke Gunung Kabaena. Pesona inilah yang membuat kawasan Balobone tidak pernah sepi pengunjung.

“Tidak pernah sunyi. Pengunjung paling banyak di hari Sabtu dan Minggu, bisa mencapai ratusan bahkan ribuan setiap minggu,” kata pengelola Jajuli Beach, La Dado, kepada Datakepri.com, minggu (13/11/2025)

Penginapan Terjangkau dan Mulai Berkembang

Sebagai upaya mendukung kenyamanan wisatawan, pengelola telah menyediakan penginapan yang dapat disewa dengan harga mulai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per malam. Dua unit vila kini telah beroperasi dengan fasilitas lengkap, termasuk kamar tidur, dapur, ruang santai, dan kamar mandi.

“Rencananya mau bangun 20 vila. Yang jadi baru dua unit. Vila besar muat delapan orang, vila kecil empat orang,” ungkap La Dado.

Ketgam : Vila di Pantai Jajuli Beach
Ketgam : Vila di Pantai Jajuli Beach

Selain penginapan, pengunjung juga bisa menikmati kelapa muda sebagai pelepas dahaga sambil menikmati panorama pantai yang menenangkan. Untuk memperkaya pengalaman wisata, berbagai wahana disiapkan mulai dari motor pantai hingga banana boat. Puluhan gazebo juga tersedia bagi pengunjung yang ingin bersantai.

Harga wahana:

Motor pantai: Rp120 ribu/jam

Banana boat: Rp35 ribu/orang

Gazebo: Rp50 ribu/unit

Biaya masuk kawasan wisata juga masih sangat terjangkau, menyesuaikan jenis kendaraan yang dibawa.

Tidak jauh dari Jajuli Beach, Pantai Labobo juga mencuri perhatian karena suasananya yang asri dan fasilitas yang terus ditingkatkan. Baharuddin, pengelola Pantai Labobo, menyatakan bahwa meski ukuran pantai ini lebih kecil, pengunjung tetap membludak setiap akhir pekan.

“Biasanya malam Minggu sampai hari Minggu ramai. Banyak juga rombongan dari Muna datang naik bus,” katanya.

Ketgam : Kondisi Pantai Pesisir Desa Balobone saat ramai pengunjung
Ketgam : Kondisi Pantai Pesisir Desa Balobone saat ramai pengunjung

Pantai Labobo terkenal dengan ornamen berbentuk hati (love) yang menjadi spot favorit wisatawan. Selain itu, terdapat gazebo berlantai bambu, toilet, masjid, dan puluhan pohon kelapa yang menambah kesejukan.

“Gazebo di sini Rp30 ribu sekali pakai, ada sekitar 10 gazebo. Kalau malam, pengunjung biasa pakai untuk tidur karena nyaman,” jelasnya.

Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

Tidak hanya wisatawan domestik, pesisir Balobone juga telah menarik minat wisatawan asing. Pengelola Jajuli Beach, La Dado mengungkapkan bahwa pada bulan Juli lalu, Jajuli Beach dikunjungi tujuh wisatawan asal Jerman.

“Mereka datang di Buteng melalui travel yang disiapkan oleh orang-orang lokal di Buton Tengah,” ungkapnya.

Kunjungan turis mancanegara ini dianggap sebagai indikator positif meningkatnya eksposur wisata Buton Tengah di tingkat internasional. Pemerintah daerah pun terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, pengelola wisata, dan pelaku perjalanan untuk menghadirkan layanan yang berkualitas tinggi. Safiuddin berharap momentum kunjungan wisatawan asing ini dapat menjadi sarana promosi alami serta mempercepat pembangunan destinasi-destinasi prioritas di Buton Tengah.

Pengelola Wisata Diminta Lengkapi Legalitas dan SOP Keselamatan

Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, Pemerintah Daerah Buton Tengah menegaskan perlunya seluruh pengelola wisata memiliki  legalitas usaha dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal itu sesuai dengan materi muatan MoU 3 Kepala Daerah, Bupati Buton Tengah, Bupati Muna Barat dan Bupati Muna terkait pengembangan wisata di Pulau Muna yang disaksikan langsung oleh Utusan Khusus Presides Bidang Pariwisata Zita Anjani beberapa waktu lalu. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta keberlanjutan pengelolaan destinasi pariwisata.

“Kita sangat berharap kualitas pengelolaan tempat wisata di Buteng  terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga para wisatawan mendapatkan kepuasan ketika berkunjung. Mereka merasa aman, nyaman, dan berkesan. Olehnya itu, penting kiranya para pelaku usaha (pengelola) untuk melengkapi legalitas usahanya (izin usaha) serta SOP (Standar Operasional Prosedur) karena itu juga bagian dari kualitas dimaksud. Di sisi lain, hal ini juga dalam rangka menindaklanjuti MoU 3 daerah di Pulau Muna yakni Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Muna Barat terkait pengembangan pariwisata yang ditandatangani oleh masing-masing bupatinya dan disaksikan oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pariwisata (Zita Anjani) beberapa waktu silam”, beber Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Tengah, Safiuddin, senin (14/11/2025)

“Terkait SOP, ini juga tidak kalah penting untuk disiapkan. Biasanya di tempat wisata itu kan banyak orang berkumpul (berwisata) terutama di musim liburan. Nah, kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan mengandung potensi risiko baik yang disebabkan oleh alam, maupun manusia. Misalnya terjadi kecelakaan, cidera, atau bahkan korban jiwa. Dengan adanya SOP, hal² tersebut diharapkan dapat terdeteksi dan tercegah”, jelasnya.

Pemerintah daerah berharap dengan penerapan standar legal dan operasional tersebut, destinasi wisata di Buton Tengah semakin profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Balobone, Destinasi Unggulan Baru Buton Tengah

Dengan segala potensi alam, kesiapan masyarakat dalam mengelola destinasi, mulai berkembangnya fasilitas wisata, hingga meningkatnya minat wisatawan mancanegara, kawasan pesisir Balobone kini dinilai sebagai destinasi unggulan yang layak dipromosikan secara nasional maupun internasional.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah optimistis bahwa kawasan ini akan terus berkembang dan menjadi lokomotif baru sektor pariwisata daerah yang berkelanjutan dan berstandar.

Penulis: AkbarEditor: Herman