Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Punya Potensi Besar Masuk Industri IP Global

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam industri Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) modern.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan/wati Universitas Nasional (UNAS) pada acara Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 Periode II, di Jakarta Internasional Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Sabtu (15/11/2025).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan/wati Universitas Nasional (UNAS) pada acara Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 Periode II, di Jakarta Internasional Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Sabtu (15/11/2025).(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam industri Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) modern. Potensi itu terlihat dari ribuan warisan budaya dan situs bersejarah mulai dari Borobudur, Prambanan, hingga ekspresi budaya dari Aceh sampai Papua.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Wisuda Universitas Nasional Tahun Akademik 2024/2025 Periode II di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga memberikan pembekalan kepada para wisudawan mengenai pentingnya menjaga identitas nasional di tengah tantangan global.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk masuk ke industri IP global. Borobudur, Prambanan, hingga situs-situs dari Aceh sampai Papua menunjukkan betapa luar biasa kekayaan IP kita,” ujar Fadli usai menyampaikan orasi ilmiah.

Budaya Sebagai Sumber Kreativitas Generasi Muda

Menbud mendorong generasi muda menjadikan budaya sebagai sumber kekuatan dan kreativitas, termasuk dengan merawat nilai karakter bangsa seperti musyawarah, gotong-royong, dan welas asih.

Ia menekankan pentingnya berpegang pada identitas budaya Indonesia, karena jati diri bangsa menjadi kekuatan yang membedakan Indonesia di tengah arus globalisasi.

“Identitas budaya kita adalah jati diri yang membentuk siapa kita, sekaligus menguatkan,” tegasnya.

Fadli mengatakan budaya harus menjadi fondasi utama bagi para lulusan saat memasuki dunia profesional agar tetap berdaya saing dan membawa karakter bangsa dalam setiap kontribusi nasional maupun global.

Indonesia, Negara “Mega Diversity”

Fadli menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara mega diversity, dengan:

  • 1.340 kelompok etnis,

  • 718 bahasa daerah (10% bahasa dunia),

  • ribuan warisan budaya takbenda,

  • serta beragam objek pemajuan kebudayaan lainnya.

Ia menambahkan, budaya bukan hanya seni, tetapi juga bahasa, sastra, permainan tradisional, olahraga tradisional, pangan lokal, ritus, manuskrip, dan berbagai ekspresi keberagaman lainnya.

“Kekayaan ini adalah modal peradaban yang tidak dimiliki banyak negara,” kata Fadli.

Kemenkraf Dukung Pengembangan IP Indonesia

Sebelumnya, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) juga memberi perhatian khusus pada perkembangan IP Indonesia yang dinilai semakin positif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan optimismenya bahwa IP Indonesia mampu bersaing di pasar global.

“Saya senang melihat banyak IP-IP baru yang hebat dan beberapa sudah mendunia. Kami serius membawa IP Indonesia ke panggung global,” ujarnya.

Ia menegaskan IP akan menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang berkelanjutan.