Kemenkomdigi Ingatkan Media Massa soal Risiko Etika AI dalam Jurnalisme

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia media massa

Plt Direktur Ekosistem Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani.
Plt Direktur Ekosistem Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani. (dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia media massa. Media diingatkan agar mampu beradaptasi dengan teknologi baru tanpa mengabaikan etika dan integritas jurnalistik sebagai pilar demokrasi.

Plt Direktur Ekosistem Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan bahwa jurnalis wajib menjunjung tinggi kode etik di tengah maraknya penggunaan AI.

“Para jurnalis harus selalu berpegang pada kode etik jurnalistik untuk memastikan informasi yang disebarkan benar, sehingga kredibilitas media tetap terjaga,” ujar Dewi, Jumat (21/11/2025).

AI: Manfaat Besar, Risiko Besar

Dewi menilai AI telah menjadi bagian dari proses kerja redaksi, mulai dari pengembangan konsep berita hingga percepatan produksi konten. Namun demikian, ia mengingatkan adanya ancaman serius berupa banjir informasi dan penyebaran hoaks, terutama video hasil rekayasa AI.

“Tantangan terbesar dari penggunaan AI dalam jurnalisme adalah risiko etika. Banyak video rekayasa AI beredar dan jurnalis harus mampu membedakan mana yang asli dan mana yang dipalsukan,” tegasnya.

Ia menekankan media harus tetap berfungsi sebagai penyampai informasi kredibel, edukatif, dan alat kontrol sosial, bukan sekadar penyebar konten cepat tanpa verifikasi.

Pemanfaatan AI Harus Dibangun dengan Etika

Dewi mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus diimbangi pemahaman yang baik terhadap etika jurnalistik agar integritas tidak dikorbankan.

“Pemanfaatan AI harus diimbangi pemahaman etika, tujuannya agar tidak mengorbankan integritas jurnalistik,” tambahnya.

Workshop AI untuk Sekolah Rakyat

Sebelumnya, Kemenkomdigi menggelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Jurnalisme edisi Sekolah Rakyat (SR) di Yogyakarta, Selasa (18/11/2025).

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, hadir sebagai pembicara dan menyoroti pentingnya pendampingan sosial serta literasi digital bagi siswa SR.

“Akses digital yang tidak terkontrol bisa membuat anak rentan terhadap konten negatif. Apalagi pemerintah telah memfasilitasi laptop untuk siswa SR,” kata Endang.

Ia menyambut baik inisiatif pengenalan AI bagi siswa SR agar mampu menggunakan teknologi secara benar dan bertanggung jawab.

“SR perlu edukasi ini, karena kehidupan manusia kini tidak bisa lepas dari teknologi,” ujarnya.