DK-Bintan — Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, menegaskan pentingnya penyediaan sarana pemadaman awal seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran di wilayah pesisir. Pernyataan ini disampaikan menyusul sejumlah insiden kebakaran yang menyoroti lemahnya infrastruktur pencegahan di kawasan tersebut.
Ramlah mengatakan, APAR sebenarnya telah tersedia di beberapa lokasi pesisir. Namun, dalam kejadian terbaru, kebakaran yang terjadi pada malam hari berkembang sangat cepat sehingga alat tersebut tidak sempat digunakan.
“Karena api telah membesar, tidak bisa digunakan lagi,” ujar Ramlah, Senin (17/11/2025).
Kondisi itu memperkuat kebutuhan pembangunan hidran, terutama di wilayah kepulauan yang kerap mengalami keterbatasan akses air. Hidran dinilai lebih efektif sebagai sumber air langsung ketika kebakaran terjadi secara tiba-tiba dan berskala besar.
“Kami berharap di pulau-pulau tersedia hidran,” tambahnya.
Ia menjelaskan, wacana pembangunan hidran di kawasan pesisir sebenarnya sudah mulai dibahas. Beberapa rencana bahkan masuk dalam program khusus tahun 2026 yang dikoordinasikan bersama Dinas PUPR dan Bappeda.
“Kita sudah usulkan pengadaan,” kata Ramlah.
Ia berharap rangkaian kejadian kebakaran belakangan ini menjadi momentum percepatan kebijakan penyediaan sarana pencegahan kebakaran di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Bintan.














