DK – Buton Tengah – Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki banyak destinasi wisata alam yang memesona. Salah satunya adalah Gua Kotaeono, yang terletak di Desa Rahia, Kecamatan Gu. Gua ini menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah karena keindahan alam dan keunikan geologinya.
Gua Kotaeono terletak di antara tebing batu karst menjulang tinggi dengan pemandangan yang menakjubkan. Di atas tebing yang membelah gua tumbuh pepohonan rindang, sementara airnya tampak jernih berwarna hijau toska, menciptakan suasana yang menenangkan bagi para pengunjung.
Keunikan lain dari Gua Kotaeono adalah fenomena pertemuan air asin dan air tawar yang terjadi ketika air laut sedang surut. Perpaduan ini membuat gua terlihat eksotis dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang gemar menjelajahi keindahan alam bawah tebing.
Selain panorama yang memukau, Gua Kotaeono juga menjadi tempat favorit untuk berenang, berswafoto, dan berkeliling menggunakan sampan yang disediakan oleh pengelola wisata. Suasana alami di sekitar gua menjadikannya destinasi ideal untuk berlibur bersama keluarga maupun teman.
Keindahan Gua Kotaeono turut menarik perhatian Utusan Khusus Presiden Prabowo Bidang Pariwisata, Zita Anjani, saat berkunjung ke lokasi. Ia mengaku terpesona dengan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Buton Tengah.
“Sesuai dengan julukannya, negeri seribu gua memang pantas disematkan untuk Buton Tengah. Setiap gua di sini memiliki keindahan dan ciri khas masing-masing, sungguh menakjubkan,” ujar Zita Anjani saat berkunjung ke Goa Kotaeono
Ia juga berpesan agar Pemerintah Kabupaten Buton Tengah memperhatikan aspek infrastruktur menuju kawasan wisata agar wisatawan dapat berkunjung dengan nyaman.
“Yang terpenting adalah infrastruktur dasar. Selebihnya, semuanya sudah indah dan menakjubkan. Ini bukan pujian, tapi kenyataan, dan saya sudah membuktikannya,” tambahnya.

Untuk menuju Gua Kotaeono, wisatawan dapat menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses menuju lokasi wisata dapat melalui dua jalur utama, yakni Pelabuhan Wamengkoli atau Pelabuhan Raha di Kabupaten Muna.
Apabila melalui Pelabuhan Feri Baubau lalu menyebrang ke Pelabuhan Wamengkoli, jarak menuju Desa Rahia sekitar 15 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Sedangkan dari Pelabuhan Raha, perjalanan dapat ditempuh melalui jalur poros Raha–Lombe sejauh 90 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan.
Setibanya di area parkir, wisatawan hanya perlu berjalan kaki sekitar satu menit untuk mencapai mulut danau, kemudian menuruni batuan karang yang telah dilengkapi pengaman (safety) sebelum tiba di Gua Kotaeono.
Untuk urusan konsumsi dan akomodasi, pengunjung tidak perlu khawatir. Lokasi gua yang berdekatan dengan permukiman warga membuat pengunjung mudah menemukan warung-warung makanan dan kebutuhan wisata lainnya yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Dengan panorama alam yang indah, akses yang mudah, serta dukungan masyarakat lokal, Gua Kotaeono menjadi salah satu bukti keindahan alam Buton Tengah yang layak dikunjungi dan dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tenggara.












