DK-Jakarta — Pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional melalui penguatan daya saing produk dan perluasan pasar internasional, termasuk di sektor mesin, peralatan listrik, dan industri kreatif.
Salah satu langkah konkret dilakukan lewat pameran internasional Pro AVL Indonesia 2025, ajang profesional di bidang audio, video, dan lighting, yang resmi dibuka Rabu (9/10/2025) dan berlangsung selama tiga hari hingga 11 Oktober 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ekspor Mesin dan Peralatan Listrik Naik 30,93 Persen
Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ronald Jenri Silalahi, hadir dalam pembukaan pameran tersebut. Ia menegaskan, kinerja ekspor nasional menunjukkan tren positif pada tahun 2025.
“Sepanjang Januari hingga Juli 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 23,65 miliar dolar AS, dengan surplus sektor nonmigas mencapai 34,06 miliar dolar AS,” ujar Ronald Jenri Silalahi saat ditemui di lokasi pameran, Kamis (9/10/2025).
Lebih lanjut, Ronald menjelaskan, produk mesin dan peralatan elektrik mencatat kenaikan ekspor signifikan sebesar 30,93 persen, atau mencapai 10,88 miliar dolar AS, dibandingkan periode yang sama pada 2024.
“Pemerintah menilai potensi ekspor dari produsen lokal dapat terus ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi kreatif, meningkatnya konsumsi konten digital, serta hadirnya inovasi teknologi baru termasuk kecerdasan buatan (AI),” tambahnya.
Pro AVL Jadi Momentum Industri Kreatif dan Teknologi Hiburan
Sementara itu, CEO Krista Exhibition, Daud D. Salim, mengatakan Pro AVL Indonesia 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku industri kreatif dan teknologi hiburan di Indonesia.
“Tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat Pro AVL Indonesia. Diikuti oleh 60 peserta dari 20 negara, pameran ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan produk, inovasi, serta memperluas jaringan bisnis antar pelaku industri,”
kata Daud D. Salim.
Ia menambahkan, pameran ini bukan hanya ruang promosi, tetapi juga menjadi platform kolaborasi internasional yang mendorong penguatan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri teknologi hiburan di kawasan Asia Tenggara.
Didukung Berbagai Kementerian dan Asosiasi
Pameran Pro AVL Indonesia 2025 mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kementerian dan asosiasi nasional, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Perindustrian.
Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah strategis untuk memperluas ekspor produk teknologi hiburan dan kreatif Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku usaha lokal dan global.














