Kopiah Bung Hatta Resmi Dihibahkan ke Kemenbud, Lengkapi Koleksi Museum Naskah Proklamasi

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat memberikan sambutan pada acara Penerimaan Hibah Kopiah Hitam Bung Hatta, Museum Penyusunan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat memberikan sambutan pada acara Penerimaan Hibah Kopiah Hitam Bung Hatta, Museum Penyusunan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat. (dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menerima hibah kopiah hitam milik proklamator kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta, Selasa (14/10/2025).
Penyerahan ini menjadi simbol penghargaan terhadap para penyusun naskah sejarah sekaligus upaya pemerintah melestarikan warisan bangsa.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan, kehadiran kopiah Bung Hatta melengkapi koleksi bersejarah di Museum Penyusunan Naskah Proklamasi, Jakarta.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga Bung Hatta sehingga kopiah sang proklamator bisa hadir di museum ini,”
ujar Fadli saat acara Penerimaan Hibah Kopiah Hitam Bung Hatta di Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Pelengkap Kopiah Bung Karno

Fadli menjelaskan, kopiah Bung Hatta menjadi memorabilia penting yang merekam jejak perjuangan dan keteladanan sang proklamator bangsa.
Sebelumnya, kopiah Bung Karno juga telah dihibahkan oleh keluarga besar Soekarno pada Minggu, 16 Agustus 2015.

“Dengan hadirnya dua kopiah sang proklamator, kita memiliki simbol kuat dari kesederhanaan dan keteguhan perjuangan bangsa,”
kata Fadli.

Ia menambahkan, pemerintah berencana membuat dokumentasi digital proklamasi kemerdekaan yang akan menampilkan pembacaan naskah proklamasi oleh Bung Karno dan Bung Hatta dalam format multimedia interaktif.

“Dokumentasi proklamasi kemerdekaan akan bersentuhan dengan teknologi digital. Salah satunya pembacaan naskah proklamasi oleh Bung Karno dan Bung Hatta,”
jelasnya.

Dorongan untuk Generasi Muda

Fadli berharap, kehadiran kopiah sang proklamator dapat meningkatkan minat kunjungan generasi muda ke Museum Penyusunan Naskah Proklamasi.
Menurutnya, museum harus menjadi ruang hidup yang menumbuhkan semangat nasionalisme melalui warisan nyata para pendiri bangsa.

“Kami ingin museum ini memberi energi baru dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan,”
kata Menbud.

Pesan Cinta Halida Nuriah Hatta

Sementara itu, putri bungsu Mohammad Hatta, Halida Nuriah Hatta, turut hadir dan menyerahkan langsung kopiah bersejarah tersebut.
Halida dikenal sebagai sosok yang dengan penuh cinta merawat warisan intelektual sang ayah, baik berupa gagasan maupun benda pribadi.

“Ayah selalu percaya, dengan buku kita bisa melihat dunia lebih luas,”
kenangnya.

Halida bercerita, sejak kecil ia hidup di lingkungan rumah yang dipenuhi buku, diskusi kebangsaan, dan semangat belajar tanpa henti.
Bagi keluarga Hatta, warisan terbesar sang proklamator bukanlah harta benda, melainkan api pengetahuan dan keteladanan.

Kopiah Buatan Tahun 1927

Kopiah hitam Bung Hatta yang kini diserahkan ke museum merupakan buatan tangan orisinal tahun 1927.
Kopiah itu dibuat oleh H. Sjarbaini di kawasan Kapeh Panji Agam, Sumatera Barat, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Kopiah ini kerap digunakan Bung Hatta dalam berbagai pertemuan kenegaraan, dan menjadi simbol kesederhanaan, keteguhan, serta identitas nasionalnya sebagai pemimpin bangsa.