BPJS Kesehatan Beri Penghargaan untuk Faskes Berkomitmen Layanan JKN

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan penghargaan kepada fasilitas kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir (kanan) saat jumpa media usai kegiatan Pertemuan Nasional Faskes 2025 di Hotel Arya Duta, Jakarta.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir (kanan) saat jumpa media usai kegiatan Pertemuan Nasional Faskes 2025 di Hotel Arya Duta, Jakarta. (dok : Tangkapan Layar).

KBRN, Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan penghargaan kepada fasilitas kesehatan (faskes) yang dinilai berkomitmen menghadirkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara cepat, setara, dan mudah diakses bagi seluruh peserta.

Penghargaan ini menegaskan pentingnya peran faskes dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan nasional yang berkeadilan. Tahun ini, penghargaan mengusung semangat Seva Paramahita, sebuah filosofi pelayanan kesehatan yang tulus dan berkualitas luhur.
Filosofi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan integritas, empati, dan profesionalitas di seluruh jajaran penyedia layanan kesehatan demi kebaikan masyarakat bersama.

Sinergi untuk Keberlanjutan JKN

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa keberhasilan program JKN bergantung pada kontribusi dan komitmen seluruh fasilitas kesehatan di berbagai tingkatan.

“Program JKN adalah milik kita bersama. Kami percaya, dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, Program JKN akan terus menjadi harapan seluruh masyarakat dalam menjamin layanan kesehatan.

Selain itu, hadirnya Program JKN sekaligus wujud nyata negara dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia,”
ujar Ghufron Mukti dalam Pertemuan Nasional Faskes 2025 di Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Per 1 Oktober 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,6 persen penduduk Indonesia.
Untuk memperluas akses, BPJS Kesehatan menjalin kerja sama dengan rumah sakit apung, rumah sakit bergerak, serta program kompensasi DBTFMS (Daerah dengan Fasilitas Kesehatan Terbatas, Masyarakat Terpencil, dan Sulit).

Transformasi Digital dan Inovasi Pelayanan

BPJS Kesehatan juga meluncurkan sejumlah inovasi digital untuk menyederhanakan alur pelayanan dan meningkatkan efisiensi bagi peserta.
Inovasi tersebut meliputi penggunaan NIK sebagai identitas tunggal, serta fitur pendaftaran terjadwal melalui aplikasi Mobile JKN.“BPJS Kesehatan juga telah memperkuat fondasi digital sistem pelayanan di fasilitas kesehatan.

Melalui optimalisasi layanan digital, BPJS Kesehatan berupaya mengelola Program JKN dengan transparan.
Hal ini dibuktikan dengan adanya Portal Informasi Faskes (PIF) dan penambahan fitur Laporan Kekosongan Obat pada Aplikasi Apotek Online,” jelas Ghufron Mukti.

Apresiasi untuk Faskes Inspiratif

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menyampaikan apresiasi atas kinerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan JKN.

“Ingatlah bahwa penghargaan itu tidak sekadar sebagai piagam.

Tapi penghargaan itu adalah bukti nyata bahwa kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan dan pelayanan terbaik yang telah diberikan kepada masyarakat,” ujar Abdul Kadir.

Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan standar pelayanan JKN di masa mendatang.
Penghargaan khusus diberikan kepada Puskesmas Taman Mataru Alor dan RS Kapal Nusa Waluya II yang berkontribusi besar dalam pelayanan JKN di wilayah DBTFMS sepanjang tahun 2025.

Kategori penerima penghargaan mencakup Klinik Pratama, Puskesmas, Klinik Utama, serta rumah sakit kelas A hingga rumah sakit khusus.
Beberapa di antaranya adalah RSUD Dokter Soetomo Surabaya, RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dan RSUP Dokter M. Djamil Padang.