
DK-Natuna Selama Januari 2025, Kabupaten Natuna mengalami sejumlah bencana alam yang berdampak signifikan pada beberapa wilayah kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna mencatat dua kejadian banjir rob yang terjadi di Desa Sedanau Timur dan Kelurahan Sedanau Bungura Barat. Selain itu, fenomena abrasi pantai akibat gelombang pasang tercatat terjadi di tujuh lokasi berbeda, termasuk kawasan Pantai Piwang Ranai.
Cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan pelantar. BPBD mencatat bahwa sembilan rumah dan lima pelantar rusak akibat hantaman gelombang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Natuna, Zulheppy, melaporkan bahwa sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana tersebut, dan mereka telah menerima bantuan dari Dinas Sosial serta BPBD Kabupaten Natuna.
“Untuk rumah yang rusak, ada 18 KK terdampak, dan bantuan sudah diberikan,” kata Zulheppy dalam rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi bersama pemerintah Natuna pada Jumat (17/01/2025).
Zulheppy juga menjelaskan bahwa untuk mengatasi dampak abrasi di beberapa kawasan pantai, langkah-langkah penanganan sementara sudah dilakukan, seperti pembuatan tanggul penahan ombak di Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran, menggunakan drum bekas.
“Meskipun cuaca ekstrem masih berlangsung, kami terus melakukan upaya mitigasi untuk melindungi bangunan yang ada di sekitar kawasan pantai,” tambahnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, Zulheppy mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, khususnya bagi pengguna transportasi laut yang sangat rentan terhadap dampak cuaca buruk. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana juga diminta untuk tetap berhati-hati guna menghindari risiko yang lebih besar.


https://dpk.kepriprov.go.id/











