NATUNA  

BMKG Natuna Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang di Sejumlah Wilayah Natuna

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna melalui Forecaster Asrul Saparuddin merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Natuna dan sekitarnya pada program Info Cuaca Pro2 RRI Ranai, Senin pagi (17/11/2025).

Pantauan cuaca Senin (17/11/2025) melalui satelit Himawari-9 EH.
Pantauan cuaca Senin (17/11/2025) melalui satelit Himawari-9 EH. (dok : Tangkapan Layar).

Ranai — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna melalui Forecaster Asrul Saparuddin merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Natuna dan sekitarnya pada program Info Cuaca Pro2 RRI Ranai, Senin pagi (17/11/2025).

Asrul menjelaskan bahwa kondisi atmosfer menunjukkan tingginya kelembapan udara di lapisan atas serta udara yang labil. Kombinasi ini menjadi pemicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Natuna.

“Tingginya kelembapan udara di lapisan atmosfer atas serta kondisi udara yang labil diperkirakan memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Kepulauan Riau, khususnya Natuna,” ujar Asrul.

Prakiraan Cuaca Hingga Dini Hari

  • Pagi hari: Berawan dengan potensi hujan ringan di Pulau Subi, Pulau Laut, dan Pulau Serasan.

  • Siang–Sore: Peluang hujan ringan hingga sedang berlanjut di Pulau Subi, Pulau Serasan, dan Pulau Midai.

  • Malam hari: Hujan ringan diperkirakan terjadi di Pulau Bunguran, Pulau Midai, Pulau Tiga, Pulau Laut, Pulau Subi, dan Pulau Serasan.

  • Dini hari: Hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah, termasuk Pulau Bunguran, Pulau Midai, Pulau Laut, Pulau Subi, dan Pulau Serasan.

Suhu, Angin, dan Gelombang Laut

BMKG mencatat:

  • Suhu udara: 23–30°C

  • Kelembapan: 70–97%

  • Arah angin: Barat Laut–Tenggara

  • Kecepatan angin: 3–30 km/jam

  • Tinggi gelombang: 0,5–2,5 meter (kategori rendah hingga sedang)

Imbauan BMKG

BMKG Natuna meminta masyarakat, terutama nelayan dan pelaut, agar tetap waspada terhadap keberadaan awan cumulonimbus (CB). Awan ini dapat memicu cuaca ekstrem seperti guntur, petir, hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi secara tiba-tiba.