Kemenaker Siapkan Pusat Pelatihan Disabilitas, Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah menyiapkan Pusat Pelatihan Disabilitas yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli saat pidato dalam kegiatan Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch V di BBVP Kota Bekasi, Jumat, 16 Oktober 2026
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli saat pidato dalam kegiatan Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch V di BBVP Kota Bekasi, Jumat, 16 Oktober 2026 (dok : TangkapanLayar)

DK-Kota Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah menyiapkan Pusat Pelatihan Disabilitas yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Fasilitas tersebut akan berlokasi di kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, saat ini persiapan pusat pelatihan tersebut masih berlangsung. Nantinya, fasilitas ini akan menyediakan berbagai program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Jenis pelatihan yang disiapkan meliputi layanan call center, teknologi informasi (IT), barista, menjahit, hingga perbengkelan.

“Kita sedang menyiapkan Pusat Pelatihan Disabilitas. Insyaallah tahun depan beroperasi. Nanti di sana ada pelatihan call center, IT, barista, menjahit, dan perbengkelan,” kata Yassierli di sela-sela kegiatan Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch V di BBPVP Kota Bekasi, Jumat, 16 Oktober 2026.

Yassierli menjelaskan, Pusat Pelatihan Disabilitas tersebut dirancang sebagai proyek percontohan pertama di Indonesia. Keberadaannya diharapkan menjadi model pengembangan pelatihan vokasi bagi penyandang disabilitas yang dapat diterapkan di berbagai daerah.

“Ini menjadi pilot percontohan pertama di Indonesia. Bahkan di dunia, saya belum pernah melihat ada pusat pelatihan khusus untuk disabilitas,” ujarnya.

Selain menyiapkan pusat pelatihan khusus, Kemenaker juga terus memperluas akses penyandang disabilitas terhadap program pelatihan vokasi nasional.

Yassierli menyebutkan, sepanjang 2026, sebanyak 1.013 penyandang disabilitas telah mengikuti pelatihan vokasi nasional yang diselenggarakan Kemenaker. Program tersebut mencakup sejumlah bidang keterampilan, antara lain menjahit, barista, dan teknologi informasi.

“Tahun ini 1.013 orang kita latih melalui pelatihan vokasi nasional. Biasanya mereka mengikuti pelatihan menjahit, barista, sama IT,” kata Yassierli.

Melalui pengembangan pusat pelatihan dan perluasan program vokasi, Kemenaker berharap penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk bekerja dan mandiri secara ekonomi.