DK-Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperketat pengawasan terhadap perusahaan pemegang konsesi di Sumatra Selatan (Sumsel) guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan ekosistem gambut.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengatakan, upaya pencegahan karhutla dilakukan melalui pembangunan sekat kanal dan penyediaan pompa air. Infrastruktur tersebut bertujuan menjaga lahan gambut tetap basah sehingga tidak mudah terbakar.
Diaz menjelaskan, KLH telah berkoordinasi dengan 43 perusahaan swasta pemegang konsesi di wilayah terdampak karhutla di Sumsel. Pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan tersebut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pembasahan gambut.
“KLH sudah memetakan di mana kita bisa bangun sekat kanal dan kita sudah komunikasi ke 43 perusahaan di Sumsel. Pada intinya mereka setuju untuk berkontribusi dan bangun sekat kanal serta pompa sentrifugal untuk mengambil water intake dari sungai,” kata Diaz, Kamis (15/10/2026).
Selain melibatkan perusahaan, pemerintah juga mendorong partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk memastikan infrastruktur mitigasi karhutla dapat dikelola secara berkelanjutan.
Diaz mengatakan, pemerintah telah berkomunikasi dengan gubernur dan perusahaan pemegang konsesi mengenai rencana pembangunan sekat kanal dan pompa air. Perusahaan juga diharapkan berperan dalam menyosialisasikan pembangunan infrastruktur tersebut kepada masyarakat di sekitar kawasan konsesi.
“Saya sudah diskusi dengan gubernur dan perusahaan-perusahaan yang ada di konsesi. Mereka akan bertanggung jawab untuk mengomunikasikan ke masyarakat terkait sekat kanal dan pompa yang akan dibangun,” ujarnya.
Di sisi lain, KLH menegaskan akan memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan dalam menjalankan kewajiban pengelolaan lingkungan. Pemerintah juga terus meningkatkan penindakan terhadap pihak-pihak yang terindikasi melanggar ketentuan hukum terkait karhutla.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan kebakaran, khususnya di ekosistem gambut yang membutuhkan pengelolaan tata air secara konsisten. Dengan menjaga gambut tetap basah, risiko kebakaran dapat ditekan sekaligus membantu melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak karhutla.










