DK-Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 90 dari total 121 fasilitas kesehatan telah memasuki tahap konstruksi atau mencapai 74,4 persen dari keseluruhan sasaran penanganan.
Sementara itu, fasilitas lainnya masih berada dalam tahap persiapan pelaksanaan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Penanganan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan infrastruktur pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Di Provinsi Aceh, penanganan mencakup 50 fasilitas kesehatan dan seluruhnya telah memasuki tahap konstruksi. Adapun di Sumatra Utara, pekerjaan konstruksi telah dimulai pada 21 dari total 36 fasilitas kesehatan.
Sementara itu, di Sumatra Barat, sebanyak 19 dari 35 fasilitas kesehatan telah memasuki tahap konstruksi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, percepatan pemulihan infrastruktur dilakukan agar fasilitas publik kembali berfungsi dan dapat mendukung aktivitas masyarakat. Menurutnya, infrastruktur yang pulih berperan penting dalam menunjang pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak.
“Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Pemulihan fasilitas kesehatan juga diarahkan untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat yang tinggal di hunian sementara (huntara). Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Selain fasilitas kesehatan, Kementerian PU menangani rehabilitasi dan rekonstruksi 370 fasilitas peribadatan di tiga provinsi terdampak. Di Aceh, sebanyak 115 dari total 137 fasilitas peribadatan telah memulai pekerjaan konstruksi.
Di Sumatra Utara, konstruksi telah dimulai pada 69 dari total 208 fasilitas peribadatan yang ditangani. Sementara itu, di Sumatra Barat, sebanyak lima dari 25 fasilitas peribadatan telah memasuki tahap konstruksi.
Secara keseluruhan, progres fisik penanganan fasilitas umum dan fasilitas sosial mencapai 21,90 persen per 12 Oktober 2026. Capaian tersebut mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan serta fasilitas peribadatan di ketiga provinsi terdampak.
Kementerian PU terus mendorong percepatan pekerjaan dengan mempertimbangkan kesiapan konstruksi, kondisi lapangan, dan kebutuhan masyarakat. Rehabilitasi dan rekonstruksi ini diharapkan dapat memulihkan layanan dasar sekaligus mendukung kembalinya aktivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana.












