DK-DHARMASRAYA – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama Polres Dharmasraya menggelar doa bersama untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa, 25 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Cafe Bagus Polres Dharmasraya tersebut turut dihadiri Waka Polres Dharmasraya yang mewakili Kapolres, Kasat Intelkam, serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Dharmasraya.
Doa bersama dipimpin Sekretaris HMI Dharmasraya, M. Abdul Hasfi. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kepedulian antara mahasiswa dan jajaran kepolisian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Selain doa bersama, HMI Dharmasraya sebelumnya juga menggalang donasi untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari aksi tersebut terkumpul dana sebesar Rp2.450.000.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P. turut memberikan bantuan sebesar Rp1.500.000. Dengan demikian, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp3.950.000.
Bantuan tersebut nantinya disalurkan melalui HMI Cabang Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk kemudian diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Terima kasih kepada Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P. dan jajaran atas kolaborasi serta uluran tangan yang diberikan untuk korban bencana ini. Semoga apa yang kita laksanakan bisa meringankan beban saudara-saudari kita yang terkena bencana,” ujar Sekum HMI Dharmasraya, M. Abdul Hasfi.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian masker kepada pengguna jalan di ruas jalan lintas depan Polres Dharmasraya.
Pembagian masker tersebut menjadi bentuk kepedulian HMI bersama Polres Dharmasraya terhadap kondisi kabut asap yang mulai menebal di sejumlah wilayah Kabupaten Dharmasraya akibat karhutla.
Melalui kegiatan ini, HMI dan Polres Dharmasraya tidak hanya mengajak masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah, tetapi juga hadir secara langsung melalui aksi sosial dan bantuan nyata.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui doa, aksi kemanusiaan, serta langkah nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.












