PADANG  

Fitri Sadilla: ASN Perempuan Sumbar, Pengabdi Lingkungan, Kesehatan, dan Pelestari Warisan Budaya

DK-SUMBAR – Kabar membanggakan hadir dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Solok. Fitri Sadilla, SKM., M.Si., resmi dikukuhkan menerima kenaikan pangkat menjadi Pembina Golongan Ruang IV/a. Keputusan ini tertuang dalam Petikan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor: 823.4/2364/BKD-2026 tertanggal 25 Mei 2026, yang berlaku terhitung mulai 1 Juni 2026.

Kenaikan jenjang karier ini menjadi bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang yang telah ditunjukkan Fitri Sadilla selama lebih dari 18 tahun mengabdi di bidang kesehatan lingkungan, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, hingga pelestarian budaya di Sumatera Barat.

Perempuan kelahiran Padang, 24 Mei 1979 ini, saat ini dipercaya memegang jabatan strategis sebagai Kepala Subbagian Perencanaan, Keuangan, Evaluasi dan Pelaporan di Kantor Camat Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Sebelumnya, ia menyandang pangkat Penata Tingkat I (III/d).

Nama Fitri dikenal luas sebagai sosok ASN perempuan dengan rekam jejak pengabdian lintas sektor yang mengesankan. Karier birokrasinya dimulai sejak diangkat menjadi ASN pada tahun 2006, kemudian setahun kemudian—tepatnya 2007—ia mulai bertugas di garda terdepan sebagai Sanitarian Pelaksana di Puskesmas Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan.

Berbekal kompetensi dan integritas yang tinggi, Fitri terus dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di sejumlah instansi, di antaranya Sanitarian Muda di Dinas Kesehatan Solok Selatan, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman di Dinas Perumahan dan Lingkungan Hidup, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, hingga Sanitarian Ahli Muda di Puskesmas Surian, Kecamatan Pantai Cermin.

Di bidang kesehatan masyarakat, nama Fitri sangat identik dengan upaya penanganan sanitasi lingkungan, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta penanggulangan stunting. Keahliannya tidak hanya diterapkan di lapangan, tetapi juga dituangkan dalam gagasan ilmiah. Ia kerap menjadi pemakalah andalan dalam forum nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), antara lain pada Kongres IAKMI XIII di Makassar (2016) dan IAKMI XV di Pekanbaru (2022).

Sepanjang pengabdiannya, Fitri tak pernah berhenti meningkatkan kualitas diri. Ia aktif mengikuti beragam pendidikan dan pelatihan profesional, mulai dari diklat prajabatan, manajemen puskesmas, seminar peningkatan kompetensi sanitarian, hingga pelatihan kebijakan kesehatan berskala luas seperti Health in All Policy (HiAP).

Kekuatan utama Fitri juga didukung oleh latar belakang akademik yang solid dan relevan. Ia merupakan lulusan Diploma III Kesehatan Lingkungan Akademi Kesehatan Lingkungan Padang (2001), Sarjana Pendidikan Fisika STKIP Yayasan Darma Bakti Lubuk Alung, Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) Universitas Andalas Padang tahun 2015 dengan konsentrasi Kesehatan Lingkungan dan Keselamatan Kerja (K3), hingga meraih Magister Ilmu Lingkungan dari Pascasarjana Universitas Negeri Padang pada tahun 2025.

Sebelum terjun sepenuhnya menjadi abdi negara, Fitri telah menorehkan sejarah pengabdiannya di dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) di sejumlah SMP, MTs, dan SMA di wilayah Kecamatan Pantai Cermin pada periode 2001–2006. Pengalaman inilah yang membentuk kemampuannya berkomunikasi dan mengedukasi masyarakat dengan luwes dan efektif hingga saat ini.

Menariknya, kiprah Fitri tidak berhenti di ranah pemerintahan dan kesehatan semata. Ia juga dikenal sebagai sosok pewaris dan pelestari budaya Minangkabau. Fitri tercatat sebagai Dewan Pembina Yayasan Sanggar Seni Silek Tradisi Pandeka Tungga dan Perguruan Silek Tradisi Gunung Timbago, serta menjabat Sekretaris Federasi Pencak Silat Tradisional Indonesia (FPSTI) Daerah Sumatera Barat sejak tahun 2025. Bagi Fitri, menjaga kesehatan lingkungan sama pentingnya dengan menjaga warisan budaya sebagai identitas jati diri bangsa.

Atas dedikasi dan loyalitas tanpa henti tersebut, Fitri Sadilla telah menerima penghargaan bergengsi Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2017.

Kini, dengan kenaikan pangkat menjadi Pembina IV/a, harapan besar tertuju padanya untuk semakin memperkuat kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pembangunan kesehatan lingkungan dan pembangunan karakter masyarakat melalui pelestarian nilai-nilai budaya di Sumatera Barat. Sosok Fitri Sadilla telah membuktikan diri sebagai inspirasi dan teladan bagi ASN perempuan, bahwa karya dan prestasi dapat terus diukir demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: HermanEditor: Syafri