Pengelolaan Potensi Desa Jadi Kunci Tekan Kemiskinan

Yandri Susanto menegaskan pengelolaan potensi desa secara optimal dapat menjadi kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat diwawancarai RRI.CO.ID di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 3 Februari 2026
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat diwawancarai RRI.CO.ID di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 3 Februari 2026 (dok : Tangkapan Layar)

DK-JakartaYandri Susanto menegaskan pengelolaan potensi desa secara optimal dapat menjadi kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan. Menurutnya, pembangunan desa yang tepat sasaran akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga.

“Kalau desa kita kelola dengan baik maka kesejahteraan akan muncul, di situlah kita akan tekan angka kemiskinan terutama yang masuk dalam desil 1 sampai desil 5,” kata Yandri, Rabu, 13 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat menerima audiensi Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah tantangan pembangunan daerah, mulai dari kemiskinan hingga sektor pendidikan masyarakat.

Menurut Abdusy, Kabupaten Garut yang memiliki jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa masih menghadapi tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Ia menyebut sekitar 1,6 juta penduduk masuk kategori desil 1 hingga desil 5.

Selain itu, rata-rata lama sekolah masyarakat di Kabupaten Garut saat ini tercatat sekitar 7,86 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memperkuat kolaborasi pembangunan desa agar program pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan dapat berjalan lebih efektif serta tepat sasaran.