Rekomendasi Olahraga Terbaik Berdasarkan Umur, dari Anak hingga Lansia

Jakarta – Kebutuhan aktivitas fisik tiap orang bisa berbeda-beda tergantung dari banyak faktor termasuk salah satunya usia. Sebagai contoh anak kecil mungkin butuh olahraga yang menstimulasi kemampuan fisiknya sementara lansia tidak bisa melakukan olahraga terlalu intens.

Ahli fisioterapi Julie Broderick dari Trinity College Dublin mengatakan jenis dan waktu olahraga yang harus dilakukan setiap orang berubah seiring berjalannya waktu. Mengetahui olahraga yang tepat dapat membantu memastikan tubuh mendapat manfaat kesehatan maksimal.

Berikut rangkuman dari Julie seperti dikutip dari CNN pada Rabu (30/1/2019):

1.Anak & Remaja

Menurut Julie pada usia anak dan remaja sebisa mungkin lakukan berbagai macam olahraga dari bermain bola, renang, tari, atletik, bela diri, dan lain sebagainya. Tujuannya agar anak dapat mengeksplorasi kemampuan, mengembangkan minat dan bakat yang sesuai.

Berbagai macam olahraga pada kelompok usia ini bermanfaat untuk menjaga berat badan, membentuk tulang yang kuat, mendorong pola tidur sehat, dan meningkatkan kepercayaan diri.

2. Umur 20 -an

Rata-rata seseorang mencapai puncak kemampuan fisiknya di pertengahan umur 20-an dengan reaksi tubuh tercepat dan kemampuan memompa oksigen ke otot maksimal. Setelah itu kemampuan memompa oksigen ke otot akan berkurang sekitar satu persen pertahun.

“Berita baiknya aktivitas fisik rutin dapat memperlambat kemunduran kemampuan fisik. Membangun massa otot dan kepadatan tulang pada usia ini membantu kamu untuk bertahan tetap prima selama beberapa tahun ke depan,” kata Julie.

Coba berbagai macam variasi olahraga yang menguji fisik seperti mendayung, rugby, latihan di gym, atau triatlon.

3.  Umur 30 -an

Di umur 30-an biasanya urusan karier dan keluarga akan menyita banyak waktu, oleh karena itu penting bagi seseorang untuk semakin menjaga kebugaran tubuhnya dengan olahraga kardio dan beban. Mulai lakukan perubahan kecil seperti memilih naik tangga, berdiri sekali-kali, hingga jalan kaki ke kantor.

Untuk olahraga bagi kamu yang sibuk bisa mencoba high-intensity interval training (HIIT). Olahraga ini melibatkan aktivitas fisik intens dalam waktu singkat dicampur beberapa periode olahraga santai dengan total hanya menghabiskan sekitar 20 menit.

4. Umur 40 -an

Kebanyakan orang akan mulai mudah menumpuk lemak di usia 40-an dan mungkin juga masalah punggung. Coba latihan beban untuk menyeimbangkan penumpukan lemak dicampur dengan lari atau jalan santai untuk membakar kalori.

“Pilates juga bagus membentuk kekuatan otot inti untuk melindungi kamu dari masalah nyeri punggung,” kata Julie.

5. Umur 50 -an.

Di umur ini beberapa keluhan nyeri mungkin sudah muncul beserta kondisi kronis seperti diabetes atau penyakit kardiovaskular. Julie menyarankan di usia ini latihan kekuatan dilakukan minimal dua kali dalam seminggu, tujuannya untuk mempertahankan massa otot.

Selain itu olahraga seperti tai chi juga baik dilakukan untuk melatih keseimbangan dan relaksasi.

6. Umur 60 -an.

Di usia ini ancaman kondisi kronis semakin tinggi termasuk juga kanker. Aktivitas fisik yang cukup menurut Julie dapat memberi perlindungan terhadap beberapa kondisi tersebut.

Julie menyarankan agar orang pada kelompok usia ini melakukan olahraga yang melatih keseimbangan dan kelenturan tubuh seperti dansa. Tidak lupa juga tetap aerobik dengan senam atau jalan santai agar jantung tetap sehat.

“Dansa dan sejenisnya adalah cara yang menyenangkan untuk bersosialisasi sambil olahraga,” kata Julie.

7. Umur 70 -an

Di usia ini kondisi fisik dan mental bisa menurun drastis bila seseorang hanya berdiam diri saja di rumah. Julie menyarankan agar orang-orang usia 70-an sesering mungkin mengunjungi kerabat untuk mengobrol sambil menjaga aktivitas fisiknya dengan jalan kaki.

Olahraga keseimbangan, kardiovaskular, dan kekuatan otot disarankan.

“Tapi konsultasikan dulu dengan fisioterapis atau profesional lain, terutama kalau kamu punya kondisi kronis” pungkas Julie.