https://dpk.kepriprov.go.id/

BKSAP DPR Kecam Tindakan Militer Israel, Soroti Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon

Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI mengecam berbagai tindakan militer Israel di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi saat menghadiri Sidang Umum International Parliamentary Union (IPU) ke-152 di Istanbul, Turki.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi saat menghadiri Sidang Umum International Parliamentary Union (IPU) ke-152 di Istanbul, Turki.(dok : Tangkapan Layar).

DK-JakartaBadan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI mengecam berbagai tindakan militer Israel di sejumlah wilayah Timur Tengah. Aksi tersebut dinilai menimbulkan korban jiwa dan berpotensi memicu konflik global yang lebih luas.

Sikap ini disampaikan Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, dalam Sidang Umum ke-152 Inter-Parliamentary Union di Istanbul, Turki. Forum tersebut dihadiri delegasi parlemen dari sekitar 150 negara.

“Kami dari BKSAP DPR menyampaikan sikap tegas atas tindakan Israel di Timur Tengah,” ujar Syahrul dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Dalam forum internasional itu, Syahrul menegaskan bahwa parlemen Indonesia menaruh perhatian serius terhadap situasi di kawasan tersebut, khususnya serangan Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI.

Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Salah satu yang paling kami soroti adalah tindakan Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI sebagai anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Tindakan ini sudah di luar batas karena menyerang pasukan perdamaian,” tegasnya.

Selain insiden di Lebanon, BKSAP juga mengecam tindakan militer Israel di Gaza, Palestina, yang dinilai masih terus berlangsung.

Syahrul juga menyoroti kebijakan pemerintah Israel yang disebut mempersenjatai warga sipil serta melegalkan tindakan kekerasan terhadap warga dan tahanan Palestina. Menurutnya, hal tersebut berpotensi merusak tatanan geopolitik dan mengancam perdamaian dunia.

“Indonesia mendorong seluruh negara untuk bersatu menekan Israel agar tidak memperluas konflik yang dapat memicu krisis global,” ujarnya.