Prabowo Subianto Minta Stok Pangan Aman Jelang Puasa dan Lebaran

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk memastikan pasokan pangan aman selama bulan puasa dan menjelang Lebaran 2026.

Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers usai rapat terbatas, Senin, 2 Maret 2026.
Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers usai rapat terbatas, Senin, 2 Maret 2026.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk memastikan pasokan pangan aman selama bulan puasa dan menjelang Lebaran 2026.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan usai rapat terbatas bersama Presiden di Jakarta, Senin (2/3/2026).

“Kita memastikan Lebaran dan bulan puasa harus dimonitor stok pangan. Sembako puasa dan Lebaran harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik,” kata Zulhas kepada wartawan.

Diminta Pantau Program Strategis

Selain memastikan stabilitas pangan, Presiden juga meminta Zulhas memonitor pelaksanaan sejumlah program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), serta pengelolaan sampah.

Zulhas mengaku mendapat perintah khusus untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana.

“Saya diperintahkan keliling. Iya, untuk memastikan program berlangsung baik,” ujarnya.

Stok BBM Aman 20 Hari

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman hingga 20 hari ke depan. Ia juga menyebut subsidi BBM belum terdampak situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Masih cukup 20 hari. Sampai hari ini tidak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” kata Bahlil.

Pemerintah menegaskan distribusi pangan terus dijaga agar berjalan lancar dengan harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Stabilitas pangan dinilai bukan sekadar agenda ekonomi, melainkan komitmen negara untuk menjaga ketenangan rakyat dalam menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri.