DK-Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 5.920 penumpang telah memanfaatkan layanan pos kesehatan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek sejak awal operasional hingga Kamis, 22 Januari 2026. Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan fasilitas kesehatan dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi massal perkotaan.
Keberadaan pos kesehatan dinilai menjadi bagian penting dari sistem layanan LRT Jabodebek, terutama bagi penumpang dengan mobilitas tinggi. Fasilitas medis ini membantu penanganan awal keluhan kesehatan agar penumpang tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, memastikan bahwa layanan pos kesehatan tersedia di seluruh stasiun. Sebanyak 29 tenaga paramedis disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan.
“Sejak awal operasional, tercatat 5.920 pengguna telah mendapatkan layanan kesehatan di pos kesehatan stasiun LRT Jabodebek. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran layanan pos kesehatan merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang tidak terpisahkan,” ujar Radhitya.
Pos kesehatan LRT Jabodebek menangani berbagai keluhan ringan seperti sakit kepala, kelelahan, mual, hingga kondisi darurat awal. Setiap pos dilengkapi dengan obat-obatan dasar serta peralatan pemeriksaan medis standar guna menunjang penanganan cepat dan tepat.
Penumpang yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di dalam kereta dapat segera melapor kepada petugas. Selanjutnya, petugas akan mengarahkan penumpang ke pos kesehatan di stasiun terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Transportasi publik tidak hanya berfungsi mengantarkan pengguna ke tujuan, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman selama perjalanan, termasuk dari sisi kesehatan,” tambah Radhitya.
Seluruh tenaga medis disiagakan selama jam operasional LRT Jabodebek. Selain itu, fasilitas pendukung seperti tandu dan kursi roda juga tersedia di setiap pos kesehatan untuk membantu penanganan penumpang berkebutuhan khusus.
Salah satu pengguna jasa LRT Jabodebek, Yenti, mengapresiasi keberadaan ruang kesehatan di stasiun. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu, terutama bagi penumpang dengan kondisi rentan.
“Saya pikir ruang kesehatan ini sangat baik untuk pelayanan penumpang LRT Jabodebek. Bagi yang membutuhkan pertolongan pertama, keadaan darurat, atau ibu hamil yang memerlukan bantuan, ruangan ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Operator LRT Jabodebek menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berorientasi pada keselamatan penumpang, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap angkutan massal modern di kawasan Jabodebek.














