DK-Kabupaten Bekasi – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berjanji menuntaskan persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Desa Sukamekar, Kabupaten Bekasi. Pemerintah pusat akan mengupayakan solusi maksimal agar bencana banjir tahunan akibat luapan air tersebut tidak kembali terulang di masa mendatang.
Komitmen tersebut disampaikan Dody saat meninjau langsung lokasi banjir pada Sabtu, 24 Januari 2026. Dalam kunjungannya, ia menegaskan pentingnya langkah terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
Dody menyampaikan rencananya untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Koordinasi tersebut akan difokuskan pada pembahasan teknis penanganan banjir, khususnya rencana pelebaran aliran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).
Menurut Dody, pelebaran Kali CBL menjadi solusi paling krusial dalam mengatasi banjir yang rutin merendam kawasan permukiman warga Bekasi. Namun demikian, proyek tersebut memerlukan proses pembebasan lahan di sepanjang bantaran sungai yang berada di sekitar wilayah terdampak.
“Menteri PU tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada koordinasi dengan Pak Gubernur dan Pak Bupati karena menyangkut pembebasan lahan. Karena itu nanti saya akan bertemu dengan mereka,” ujar Dody.
Sementara itu, warga terdampak banjir mendesak pemerintah agar segera menghadirkan solusi permanen. Salah satu warga Perumahan Nebraska, Irham Anugrah, berharap pemerintah daerah dan pengembang perumahan dapat bersinergi untuk menyelesaikan persoalan banjir yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Tolong kami sebagai warga sangat membutuhkan solusi nyata, baik dari pengembang maupun pemerintah daerah, agar kami tidak lagi mengalami banjir setiap tahun,” kata Irham.
Banjir di Desa Sukamekar tercatat mulai terjadi sejak Jumat, 23 Januari 2026. Sejumlah kawasan permukiman terdampak, di antaranya Perumahan Nebraska, Green Lavender, dan Sukamekar Regency.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi paha hingga mencapai leher orang dewasa. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, baik ke pos pengungsian sementara maupun ke rumah kerabat.
Pemerintah bersama relawan telah mulai mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan pokok selama masa pengungsian. Pemerintah berharap penanganan jangka panjang dapat segera direalisasikan agar banjir tidak lagi menjadi ancaman tahunan bagi warga Bekasi.














