DK-Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga saat ini telah mencapai 55 juta orang. Angka tersebut, menurut Presiden, setara dengan memberi makan delapan kali jumlah penduduk Singapura setiap harinya.
“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat di Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut saudara-saudara,” kata Presiden Prabowo dalam perayaan puncak Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Presiden menjelaskan, program MBG bukanlah hal baru di dunia. Sejumlah negara seperti India dan Brasil telah lebih dahulu menjalankan program serupa sebagai kebijakan strategis negara. Bahkan, menurutnya, terdapat sedikitnya 76 negara yang memiliki program makan bergizi bagi masyarakatnya.
“Saya keliling dunia, saya belajar, saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis. APBN-nya India nomor satu adalah pertahanan, karena mereka tidak mau ambil risiko keselamatan bangsa. Nomor dua atau tiga adalah makan bergizi. Brasil juga sudah melaksanakan makan bergizi 12–13 tahun yang lalu,” ujarnya.
Presiden Prabowo menambahkan, program MBG juga mendapat pengakuan dari para ahli internasional, termasuk Rockefeller Institute di Amerika Serikat. Lembaga tersebut menilai program makan bergizi sebagai investasi jangka panjang yang berdampak besar bagi perekonomian.
“Rockefeller Institute mengatakan, ini adalah investasi terbaik. Satu rupiah investasi untuk makan bergizi gratis akan menghasilkan pelipatan nilai ekonomi lima kali sampai 35 kali,” kata Presiden.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dadan Hindayana mengatakan BGN menargetkan pelayanan bagi 55 juta penerima manfaat. Menurutnya, MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“MBG tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan SPPG serta penguatan edukasi gizi agar masyarakat memiliki pemahaman lebih baik dalam memilih makanan sehat dan bergizi,” ujar Prof Dadan, Kamis (1/1/2026).
Perayaan Natal Nasional 2025 sendiri dihadiri ribuan umat Kristiani dari berbagai daerah. Dengan mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, perayaan ini menekankan nilai kasih, harmoni, toleransi, serta pentingnya peran keluarga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.














