Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menanggapi ramainya perhatian publik terkait data bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada warganet yang turut mengawasi dan memberikan masukan terkait transparansi data.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan permintaan maaf atas data yang menjadi perbincangan publik tersebut. Menurutnya, pengawasan dari masyarakat sangat membantu memastikan akuntabilitas setiap bantuan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warganet yang ikut mengawasi, dan kami sampaikan saat ini bantuan beras pemerintah sudah mencapai 1.200 ton senilai 16 miliar rupiah,” ujarnya, Senin (8/12).
Advertisement
Arief menjelaskan bahwa foto data awal bantuan yang beredar senilai 1,3 miliar rupiah tidak mencantumkan satuan volume secara lengkap. Angka 21.874 yang tertulis adalah jumlah paket beras, dengan masing-masing paket berisi 5 kilogram, bukan per kilogram. Ia menegaskan bahwa informasi ini telah diperbaiki untuk menghindari kesalahpahaman.
Ia juga menambahkan bahwa Kementan tidak membeli barang-barang bantuan tersebut menggunakan anggaran pemerintah. Seluruh bantuan diterima langsung dalam bentuk barang dari mitra dan pihak-pihak yang ingin berkontribusi, kemudian disalurkan ke wilayah terdampak bencana.
Advertisement
Besarnya nilai dan volume bantuan disebut Arief menjadi pengingat pentingnya pengawasan internal yang kuat. Karena itu, Kementan memperkuat peran Inspektorat Jenderal dalam setiap proses pengelolaan dan distribusi bantuan agar seluruhnya akuntabel dan mudah diaudit.
Kementan menegaskan komitmennya menjaga akurasi data, transparansi, serta memastikan bantuan tersampaikan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
“Kami terbuka terhadap kritik dan koreksi. Setiap sen uang donasi akan dipertanggungjawabkan dan diaudit. Yang terpenting kini adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di lapangan,” tutup Arief.














