BPOM Terima 296 Peserta Magang Fresh Graduate, Fokus Beri Pengalaman Kerja Profesional

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmennya dalam menyediakan lingkungan pembelajaran profesional bagi peserta program magang. BPOM menjadi salah satu mitra penerima peserta dalam program magang fresh graduate yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kepala Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikras, saat ditemui awak media dalam sesi doorstop di acara Kegiatan Terpadu Pusat-Pusat BPOM 2025, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Kepala Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikras, saat ditemui awak media dalam sesi doorstop di acara Kegiatan Terpadu Pusat-Pusat BPOM 2025, Jakarta, Kamis (27/11/2025).(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmennya dalam menyediakan lingkungan pembelajaran profesional bagi peserta program magang. BPOM menjadi salah satu mitra penerima peserta dalam program magang fresh graduate yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan antusiasme tinggi dari para pendaftar menjadi bukti minat generasi muda terhadap dunia pengawasan obat dan makanan. Ia mengapresiasi kerja sama dengan Kemnaker yang memungkinkan BPOM berkontribusi dalam pembinaan SDM muda.

“Kami berterima kasih atas program ini karena kami betul-betul ingin membimbing mereka,” ujar Taruna dalam kegiatan Terpadu Pusat-Pusat BPOM, Kamis (27/11/2025). Ia berharap para fresh graduate dapat berkiprah secara maksimal di masyarakat.

Berdasarkan hasil seleksi terpusat, BPOM menerima 296 peserta dari total 4.066 pendaftar. Periode magang berlangsung selama enam bulan, di mana peserta akan mempelajari proses evaluasi produk, standar keamanan pangan dan obat, hingga pengawasan produk yang berpotensi membahayakan konsumen.

Taruna juga menegaskan bahwa pengalaman kerja merupakan indikator paling penting bagi fresh graduate untuk memasuki dunia profesional.

“Yang menjadi kunci untuk kita terima itu bukan sekadar IPK-nya, bukan sekadar berapa tahun dia sekolah. Tapi yang paling penting adalah pengalaman kerjanya,” ujarnya.

BPOM memastikan seluruh peserta magang akan mendapatkan pembekalan yang memadai sesuai standar lembaga. Program ini diharapkan mampu membangun kompetensi teknis sekaligus meningkatkan daya saing lulusan baru di dunia kerja.