Indonesia Matangkan Pencalonan di Dewan HAM PBB 2026

Indonesia tengah mematangkan persiapan pencalonan sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2026.

Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela saat ditemui di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela saat ditemui di Jakarta, Rabu (26/11/2025).(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta – Indonesia tengah mematangkan persiapan pencalonan sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2026. Hal itu disampaikan Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Nabyl Mulachela, saat ditemui di Jakarta, Rabu (26/11/2025) malam.

“Tapi persiapannya sekarang kita di internal menyiapkan untuk kembali ke dalam anggota Dewan HAM PBB itu. Kita juga membuat beberapa target-target yang akan diangkat untuk pencalonan,” ujarnya.

Menurut Nabyl, persiapan internal Kemlu mencakup pemetaan berbagai kondisi global yang berkembang. Termasuk identifikasi tantangan yang diperkirakan akan memengaruhi proses pencalonan Indonesia ketika pengumuman resmi dilakukan.

“Melihat kondisi-kondisi yang akan datang ketika periode tersebut Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota, kira-kira apa saja tantangan-tantangan di masa itu. Sehingga pencalonan kita relevan dengan kondisi yang akan datang itu,” jelasnya.

Meski belum menyebutkan tanggal pasti pengumuman pencalonan, Nabyl memastikan tema besar kampanye Indonesia menuju Dewan HAM akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

“Tema besarnya mungkin akan di-announce dalam waktu dekat, karena internal masih kita godok,” ucapnya.

Ia menambahkan, Indonesia juga akan mulai melakukan penggalangan dukungan dari berbagai negara dan organisasi internasional. Langkah tersebut dilakukan setelah pencalonan resmi diumumkan.

“Pasti akan ada melalui berbagai forum nanti setelah resmi diumumkan, narasinya seperti apa, kita akan melakukan pendekatan untuk penggalangan dukungan dari berbagai kawasan. Karena kalau di PBB itu untuk pemilihan-pemilihan ada kawasan-kawasan. Jadi kita mewakili kawasan Kelompok Asia Pasifik,” kata Nabyl.