DK-Batam-Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam menerima kunjungan audiensi dari mahasiswa asing Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) Tahun Ajaran 2025. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Mako Kodaeral IV, Selasa (25/11/2025), dan dipimpin Wakil Komandan Kodaeral IV, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han, mewakili Komandan Kodaeral IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla.
Audiensi tersebut dihadiri para pejabat utama Kodaeral IV seperti Asrena, Asintel, Asops, Kakuwil, Kadiskum, dan Kadisminpers. Sementara rombongan mahasiswa asing dipimpin Karo Renkermahumas UNHAN RI, Marsma TNI Dedy Ghazi Elsyaf, S.IP., M.Si.
Mahasiswa internasional yang hadir berasal dari sejumlah negara sahabat, antara lain Zimbabwe, Korea Selatan, Filipina, dan Laos. Kunjungan ini merupakan bagian dari program akademik UNHAN RI untuk memperdalam wawasan pertahanan melalui pembelajaran langsung di satuan strategis TNI.
Wadan Kodaeral IV menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kodaeral IV sebagai lokasi pembelajaran lapangan. Ia menegaskan pentingnya kerja sama pertahanan dan pertukaran keilmuan antarnegara dalam mendukung stabilitas kawasan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memberi pemahaman lebih dalam mengenai struktur organisasi, tugas, dan kesiapan operasional Kodaeral IV dalam mendukung postur pertahanan maritim Indonesia,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, para mahasiswa asing diberikan kesempatan berdialog langsung mengenai dinamika operasi, tantangan keamanan laut, hingga peran Kodaeral IV dalam menjaga kedaulatan perairan nasional. Antusiasme peserta terlihat dari ragam pertanyaan yang diajukan terkait strategi pertahanan dan koordinasi antarinstansi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, pertukaran cendera mata, serta kunjungan ke beberapa fasilitas strategis Kodaeral IV. Agenda tersebut menjadi pengalaman akademik penting dalam mengenalkan kemampuan pertahanan maritim Indonesia kepada mahasiswa internasional.
Wadan Kodaeral IV berharap kunjungan ini dapat memperkuat hubungan pertahanan multilateral dan memperluas jejaring kerja sama antarnegara sahabat.














