RSUD Buton Tengah Kini Siap Layani Tindakan Operasi, Pemda Pastikan Layanan Kesehatan Masyarakat Semakin Maju

Ketgam : Kadis Kesehatan Kabupaten Buton Tengah, Kasman
Ketgam : Kadis Kesehatan Kabupaten Buton Tengah, Kasman

DK – Buton Tengah –  Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kembali menunjukkan hasil konkret. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Tengah kini resmi siap melayani berbagai tindakan operasi setelah seluruh dokter spesialis yang menjadi persyaratan utama akhirnya terpenuhi dan siap bertugas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Tengah, Kasman, menegaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan capaian penting bagi Pemda Buteng dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, lengkap, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Untuk dasar operasi sudah lengkap karena tujuh dokter spesialis telah ada di RSUD Buteng. Ada dokter penyakit dalam, dokter anak, dokter obgin (kandungan), dokter bedah, radiologi, patologi klinik, hingga dokter anestesi,” jelasnya, Senin (24/11/2025).

Salah satu tantangan terbesar RSUD Buteng selama ini adalah ketersediaan dokter anestesi, yang menjadi syarat mutlak untuk pelaksanaan operasi. Karena tidak adanya dokter yang diutus oleh Kementerian Kesehatan, Pemda Buteng mengambil langkah proaktif dengan melakukan kerja sama resmi (MoU) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

“Pemda Buteng teken MoU dengan Unhas, jadi ke depannya Unhas yang bertanggung jawab mengirimkan tenaga dokter anestesi ke Buteng,” ujar Kasman.

Kehadiran dokter anestesi ini menjadi titik balik penting bagi RSUD Buteng, yang sebelumnya tidak dapat melakukan operasi dasar karena kekosongan tenaga tersebut.

Kasman turut mengungkapkan bahwa sebelumnya salah satu dokter spesialis bahkan sempat kembali ke daerah asalnya karena tidak adanya tindakan operasi di RSUD Buteng akibat ketiadaan dokter anestesi.

“Dokter Obgin itu dari Bali. Kemarin sempat pulang karena tidak berjalan operasi akibat tidak adanya dokter anestesi,” ungkapnya.

Namun kini semua personel medis sudah lengkap dan menetap di Buton Tengah sehingga layanan operasi dipastikan kembali berjalan dan bahkan diperluas.

Sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah, seluruh dokter spesialis RSUD Buteng mendapatkan insentif sebesar Rp35 juta per bulan, lengkap dengan rumah dinas dan kendaraan dinas. Kebijakan ini selaras dengan standar pelayanan tenaga kesehatan yang direkomendasikan pemerintah pusat.

“Semuanya sama, tidak ada perbedaan. Hal ini juga mengikuti ketentuan Kementerian,” tegas Kasman.

Dengan terpenuhinya seluruh tenaga ahli, RSUD Buteng kini memasuki fase baru untuk menyediakan layanan tindakan operasi secara mandiri. Hal ini akan berdampak signifikan bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan, mengurangi rujukan ke daerah lain, dan mempercepat penanganan pasien terutama kasus-kasus kegawatdaruratan.

“Alhamdulillah, kami sudah siap melakukan tindakan operasi karena semua dokter spesialis sudah ada dan siap bertugas,” tutup Kasman.

Kesiapan RSUD Buteng dalam melaksanakan operasi menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang setara dengan daerah lain. Upaya penyediaan dokter spesialis, penyiapan fasilitas pendukung, serta kerja sama dengan institusi besar seperti Unhas menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan langkah ini, Pemda Buteng memastikan bahwa masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan operasi, dan kualitas layanan kesehatan di Buton Tengah semakin meningkat sesuai visi pemerintah membangun daerah yang sehat, mandiri, dan maju.

Penulis: AkbarEditor: Herman