KCI Resmikan Pensiun Tiga Seri KRL Legendaris, Tutup Layanan dengan “Last Run Arigato KRL”

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) secara resmi mengakhiri masa dinas tiga seri kereta rel listrik (KRL) legendaris yang telah puluhan tahun melayani masyarakat.

Dua dari tiga seri KRL yang dipensiunkan oleh KCI.
Dua dari tiga seri KRL yang dipensiunkan oleh KCI.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) secara resmi mengakhiri masa dinas tiga seri kereta rel listrik (KRL) legendaris yang telah puluhan tahun melayani masyarakat.
Momen bersejarah ini ditandai dengan acara perpisahan bertajuk “Last Run Arigato KRL”, digelar di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (11/11/2025).

Akhiri 50 Tahun Pengabdian

Direktur Utama KCI, Asdo Artriviyanto, mengatakan keputusan purna tugas diambil karena usia armada yang telah mencapai sekitar lima dekade serta keterbatasan suku cadang yang sudah tidak lagi diproduksi.

“Hari ini menjadi momen yang sudah kita rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Karena ada beberapa seri yang berdekatan masa pensiunnya, maka kita satukan dalam satu acara perpisahan,” kata Asdo.

Ia menjelaskan, tiga seri KRL yang resmi pensiun adalah Seri 203, JR 7000, dan 8500, dengan seri terakhir 8500 melakukan perjalanan terakhir (last run) pada hari ini.

Kenangan bagi Penggemar dan Rencana Monumen

Rangkaian kereta tersebut akan disimpan di Pasir Bungur sebelum melalui proses lelang untuk dirucat (dihapuskan).
Namun, langkah ini menimbulkan respons dari berbagai komunitas pecinta kereta, termasuk Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).

“Kami berharap ada beberapa unit yang bisa dijadikan monumen di stasiun, supaya publik bisa mengenang sejarah panjang kereta-kereta ini,” ujar Ketua Umum IRPS, Ricky Dwi Agusti.

Menanggapi hal itu, Asdo mengonfirmasi bahwa KCI berencana membuat monumen ikonik di Stasiun Jakarta Kota dengan menampilkan bagian kabin masinis dari ketiga seri tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka.

Simbol Persahabatan Indonesia–Jepang

Acara perpisahan ini juga menjadi simbol persahabatan panjang Indonesia dan Jepang di bidang transportasi urban.
Perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Kamigaki Reiko, menyampaikan rasa haru dan bangga atas kontribusi kereta buatan negaranya dalam sistem transportasi Indonesia.

“Saya merasa sangat terharu dan bangga melihat begitu banyak masyarakat hadir untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kereta-kereta ini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penghormatan, KCI akan mengubah salah satu rangkaian Seri 8500 menjadi museum mini, agar masyarakat tetap dapat menikmati sejarah KRL di Indonesia.

Langkah Menuju Modernisasi

Pensiunnya ketiga seri legendaris ini menjadi langkah awal menuju regenerasi armada baru yang lebih modern dan efisien.
KCI memastikan, komitmen pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pembaruan armada