500 Warisan Budaya Baru akan Ditetapkan UNESCO, 60 di Antaranya dari Jawa Barat

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan bahwa akan ada penetapan tambahan sekitar 500 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) baru oleh UNESCO. Dari jumlah tersebut, 60 unsur budaya berasal dari Jawa Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan santunan jaminan kesehatan kepada para pelaku budaya di Jawa Barat, Pelataran Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/11/2025).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan santunan jaminan kesehatan kepada para pelaku budaya di Jawa Barat, Pelataran Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/11/2025).(dok : Tangkapan Layar).

DK-Bandung — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan bahwa akan ada penetapan tambahan sekitar 500 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) baru oleh UNESCO. Dari jumlah tersebut, 60 unsur budaya berasal dari Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan Fadli saat menghadiri kegiatan Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya di Gedung Sate, Bandung, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku seni dan budaya di seluruh Indonesia.

“Kekayaan budaya Indonesia tidak ada tandingannya di dunia. Karena itu, saya menyebutnya bukan lagi sekadar diversity, tapi megadiversity,” ujar Fadli Zon dalam keterangan pers yang diterima KBRN.

Indonesia Megadiversity dengan 1.340 Suku dan 718 Bahasa Daerah

Menbud menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa, mencakup 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah, yang mewakili sekitar 10 persen bahasa di dunia.

Saat ini, Indonesia telah memiliki 2.213 Warisan Budaya Takbenda di tingkat nasional, dengan 16 di antaranya telah diakui UNESCO. Beberapa di antaranya meliputi Wayang, Keris, Batik, Angklung, hingga yang terbaru Kolintang, Kebaya, dan Reog Ponorogo.

“Kita harus menjadikan budaya nasional sebagai engine of growth dan driver of growth. Budaya adalah kekuatan yang dapat menggerakkan ekonomi bangsa,” tegasnya.

Budaya sebagai Sumber Ekonomi dan Soft Power

Fadli menekankan pentingnya menjadikan budaya nasional sebagai sumber ekonomi dan industri kreatif nasional. Menurutnya, banyak negara maju telah membuktikan bahwa budaya mampu menjadi soft power dan kekuatan ekonomi baru.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah terus memperkuat program pelestarian budaya berbasis komunitas, serta memastikan seniman dan pelaku budaya mendapatkan dukungan yang layak.

“Kami terus memperkuat program seperti Manajemen Talenta Nasional, Belajar Bersama Maestro, Gerakan Seniman Masuk Sekolah, dan Dana Indonesiana,” jelasnya.

Dukungan untuk Ribuan Komunitas Seni dan Budaya

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, sebelumnya mengungkapkan bahwa penambahan 500 WBTb baru merupakan program prioritas nasional Kementerian Kebudayaan.

Ia menyebut, Rp465 miliar dana bantuan telah disalurkan kepada lebih dari 2.800 komunitas seni budaya, sebagian besar di antaranya berasal dari Jawa Barat.

“Sebelumnya, pada 2024 kita memiliki 2.213 WBTb. Karena kerja keras teman-teman semua, tahun ini WBTb bertambah menjadi 514,” ujar Restu.

Pemerintah juga menggencarkan pembekalan bagi generasi muda melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah dan Belajar Bersama Maestro, untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya bangsa.