IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Sentimen Positif Dipicu Kunjungan Menkeu Purbaya ke BEI

Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga dari kiri) saat kunjungan ke Bursa Efek Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga dari kiri) saat kunjungan ke Bursa Efek Indonesia. (dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/10/2025), memberikan sentimen positif yang kuat bagi pelaku pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan 1,04 persen atau naik 84,91 poin ke level 8.250, menjadi rekor tertinggi baru dalam sejarah perdagangan BEI.

Berdasarkan data resmi BEI, sebanyak 455 saham tercatat menguat, 245 saham melemah, dan 256 saham stagnan pada akhir sesi perdagangan.

“Tujuan kami bukan untuk mendorong pasar modal, tapi mendorong perekonomian. Otomatis kan kalau ekonominya bagus pasar saham akan naik,”

kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/10/2025).

Optimisme Pasar: “IHSG to the Moon”

Menteri Keuangan menilai, pergerakan IHSG mencerminkan ekspektasi positif investor terhadap arah ekonomi nasional.

“Saya pikir, IHSG akan cenderung naik terus, in short, IHSG to the moon,”

ucap Purbaya optimistis.

Menurutnya, tambahan likuiditas ke sektor perbankan yang dilakukan pemerintah baru berjalan satu bulan, namun dampaknya terhadap pasar mulai terasa.
Ia meyakini para investor telah menghitung potensi pertumbuhan ekonomi dari kebijakan likuiditas tersebut.

“Para investor pasti sudah menghitung akan seperti apa dampaknya ke perekonomian,” ujarnya.

Menkeu Ingatkan Etika Investasi

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga mengimbau jajaran direksi BEI untuk memastikan perilaku investor di pasar modal tetap sehat.

“Artinya yang goreng-gorengan di pasar itu dikendalikanlah, supaya investor kecil terlindungi.

Nanti kalau pasar modal sudah diberesin, baru saya kasih insentifnya,”
tegas Menkeu Purbaya.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap investor ritel merupakan bagian penting dalam menjaga kredibilitas pasar modal dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Data Perdagangan BEI

Berdasarkan catatan BEI, volume saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 36,31 miliar lembar saham dengan frekuensi 3,04 juta kali transaksi.
Total nilai transaksi menembus Rp30,23 triliun, sementara kapitalisasi pasar tercatat di angka Rp15.453 triliun.

Sektor transportasi dan logistik menjadi penopang utama kenaikan dengan penguatan 3,14 persen, sedangkan sektor teknologi mengalami pelemahan terdalam sebesar -3,26 persen.