Komnas HAM Soroti Dugaan Kekerasan Aparat Akibat Demonstrasi

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah mengatakan mayoritas korban meninggal dalam aksi demonstrasi yang terjadi sepekan terakhir diduga kuat akibat kekerasan oleh aparat keamanan

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah (dok: Antara)

DK- Jakarta – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah mengatakan mayoritas korban meninggal dalam aksi demonstrasi yang terjadi sepekan terakhir diduga kuat akibat kekerasan oleh aparat keamanan

Hal tersebut disampaikan Anis Hidayah dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu (3/9/2025).

“Ada indikasi kuat ke arah sana,” ucap Anis.

Anis mengungkapkan, setidaknya korban luka dalam aksi demonstrasi angkanya mencapai ratusan orang. Komnas HAM, kata Anis, telah melakukan identifikasi ke sejumlah rumah sakit baik di Jakarta maupun di Solo.

“Betul (jumlah korban ratusan orang -red), kami juga melakukan identifikasi ke sejumlah rumah sakit sejauh ini identifikasi kami di Jakarta, kemudian di Solo, di Bandung dan juga di Jogja,” ujar Anis.

“Ada sejumlah data yang sudah kami dapatkan, sebagian di rawat inap, sebagian rawat jalan, tetapi juga penting dalam identifikasi luka yang dialami oleh para peserta aksi ini karena apa. Apakah karena kekerasan oleh aparat atau karena sebab lain, ini juga sedang kami identifikasi.”

Sementara untuk 17 wilayah lain, Anis menambahkan Komnas HAM juga masih terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan CSO dan juga berbagai pihak ketiga untuk mendapatkan informasi yang memadai

“Kami juga mendorong pemerintah menyediakan pemulihan yang cukup gitu ya. Bagaimana memastikan mereka yang sedang dirawat, baik itu rawat jalan maupun rawat inap, ini juga difasilitasi oleh pemerintah, sehingga para korban, keluarganya itu tidak mengalami kebingungan ketika mereka juga harus menanggung biaya atas apa yang terjadi.”

Dalam keterangannya, Anis mengatakan akibat aksi demonstrasi menyikapi kebijakan tunjangan rumah anggota DPR RI selama sepekan sedikitnya 10 orang meninggal dunia. Sementara untuk korban luka mencapai ratusan orang.

Penulis: HermanEditor: Agus