NATUNA  

Sampah Kiriman Musim Utara di Natuna Bisa Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

“Dinas Lingkungan Hidup Dorong Pengelolaan Sampah Plastik sebagai Penghasilan Tambahan”

Sampah di pantai Natuna (Dok:Fiska)

DK-Natuna Selama musim utara, Kabupaten Natuna menerima kiriman sampah dari luar daerah yang menumpuk di sepanjang pantai. Sampah yang terdampar ini sebagian besar berupa botol plastik bekas minuman, botol kaca, pecahan gabus, dan lainnya. Di musim utara seperti saat ini, volume sampah di pantai Natuna mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Meskipun menjadi masalah lingkungan, sampah kiriman tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian, terutama bagi ibu rumah tangga. Jika dikelola dengan baik, sampah plastik seperti botol bekas minuman bisa dijual kepada pengumpul sampah, yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Budi Darma, dalam wawancaranya dengan RRI pada Rabu (22/01/2025) menyampaikan bahwa sampah-sampah tersebut bisa dikumpulkan secara perlahan oleh masyarakat, terutama nelayan yang tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem.

“Selama ada waktu luang, masyarakat bisa mengumpulkan sampah ini dan menjualnya ke pengumpul sampah. Ini bisa menjadi penghasilan tambahan, terutama bagi nelayan yang sementara waktu tidak melaut,” ungkap Budi Darma.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna juga siap membantu masyarakat dalam mengangkut sampah yang telah dikumpulkan, baik untuk dijual ke pengumpul atau dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kami akan membantu mengangkut sampah yang dikumpulkan oleh masyarakat, baik itu untuk dijual atau langsung dibawa ke TPA,” jelas Budi Darma.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan sampah kiriman ini juga dapat berperan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Natuna.

Penulis: Fiska RamandaEditor: Herman