
DK – Tanjungpinang-Turbamen basketball Smansa Cup V sebentar lagi akan memasuki babak final. Setelah sebelumnya 2 tim terbaik berhasil menjegal lawan-lawannya. Hasil semifinal, Minggu (22/10) yang dipimpin 3 wasit Firdaus, Andre dan Berdi. mempertemukan Smansa A dan Smansa B. Dua tim tuan rumah ini menampilkan permainan dengan ritme santai tapi pasti. Dua kakak adik ini tetap tampil secara profesional. Tim A dengan Kapten Fernando beranggotakan Calven, Daren, Elijah, Bryan, Deon Zhang, Kenneth, Roy, Derico, Elvis, Darren, Brandon dan Louis.
Di tim Smansa B yang dipimpin kapten Deqta berisi Angelo, Denny, Charles, Wilson, Dellsen, Preston, Rio, Jericho, Rick Jhonesson, Feriando, dan Sebastian.
Sebelum melaju ke semifinal Smansa A terlebih dahulu mengkandaskan Smanda. Sedangkan Smansa B menang dari Sanmar tanpa tanding. Akibat Sanmar walk out (WO). Keputusan Sanmar Wo menjadi keputusan wasit dan panitia sesuai Teknikal meeting. Sesuai janji dan permintaan Sanmar hadir jam 9, namun hingga 9.40 tim ini tidak muncul dilapangan. Sesuai aturan semestinya setengah jam sebelum tanding tim yang akan berlaga sudah bersiap-siap. “Sebenarnya toleransi 15 menit masih diberi, tetapi lebih dari itu wasit bisa memutuskan”, tukas coach Johan, pelatih tim Smansa.
Hal ini pun diakui oleh ketua panitia acara, Guswandi Masri SPd. “Mereka yang minta jam 9 hari ini kita tunggu. Tetapi sampai 9.40 mereka tidak datang, setelah diputuskan WO barulah mereka muncul”, katanya.
Masuknya Smansa B ke Semifinal bertemu Smansa A menjadi sejarah baru dalam helatan Smansa cup. 2 kakak adik ini tidak pernah bertemu dibabak awal maupun babak-babak berikutnya. Walau terpaut cukup jauh quarter 4 ditutup dengan poin 49-13, Smansa B masih bisa mengulas senyum. Dengan kemenangan tim Smansa A. Dipastikan tim ini melaju ke final bertemu tim Pelita Nusantara (Pelnus) yang sudah terlebih dahulu memastikan diri ke final usai menjegal langkah SMA 4 (Smanpat) di semifinal.
Dengan begitu, perebutan posisi 3 dan 4 akan berlaga antara Smansa B dan Smanpat Senin. Sedangkan final sekaligus penutupan Smansa cup V akan digelar Selasa.
“Mereka (Smansa B) masih kelas X dan XI masih perlu dilatih dan dibina lagi”, ucap coach Johan usai menyaksikan pertandingan 2 tim binaannya. Sedangkan untuk partai final ia tidak banyak memberi janji, “kami akan berusaha”, singkat mantan atlit nasional tersebut.
Sementara Deon Zhang salah seorang pasukan tim A mengatakan partai final bertemu Pelnusa tidak membebani mereka terlebih sebagai tuan rumah yang sudah 4 kali berturut-turut menyandang gelar juara. “Ya kami main lepas aja, tidak ada beban”, katanya tersenyum. Begitupun Calven, intinya timnya sudah berusaha dengan berlatih terutama fisik. Prinsip usaha tidak akan menghianati hasil, itulah yang diyakini tim nya.” Ya bagaimana selama ini kami berusaha menghadapi dan mempersiapkan diri akan tampak hasilnya di final nanti”, bebernya.
Penulis: Lanni
Editor: Herman












