DK-Jakarta – Polri memberikan penghargaan kepada masyarakat dan satuan kerja melalui kegiatan Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat”. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengapresiasi berbagai karya, inovasi, dan prestasi yang lahir dari kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai prestasi dan inovasi masyarakat.
“Apresiasi dan kreasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempertemukan prestasi dan inovasi. Pengabdian tersebut lahir dari kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Penghargaan diberikan melalui puluhan kategori yang mencakup kreativitas, komunikasi publik, ketahanan pangan, perlindungan anak, pembinaan masyarakat, hingga pemanfaatan ruang digital.
Khusus bidang kreasi dan komunikasi publik, sejumlah perlombaan meliputi cerpen, melukis difabel, cipta lagu, TikTok, mendongeng, fotografi, video edukasi, infografis, dan animasi berbasis AI. Selain itu, terdapat kategori Mobile Legends: Bang Bang, Character Defile, KOL Hunt, hingga Capture the Flag.
Polri juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif masyarakat, seperti Kampung Bebas dari Narkoba, kearifan lokal, kebersihan, serta sejumlah kategori lainnya.
Fokus pada Generasi Muda
Trunoyudo mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ruang kreativitas perlu diperluas, khususnya bagi generasi Z dan Alpha yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari Generasi Emas Indonesia 2045.
“Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding sebagai bagian dari satu rangkaian kegiatan. Ini juga mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun pengabdian,” katanya.
Polri berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Apresiasi diberikan untuk mendorong masyarakat terus menghasilkan karya sekaligus memperkuat partisipasi dan kolaborasi dengan kepolisian.
“Polri akan terus memberikan penghargaan atas karya dan prestasi terbaik untuk mendorong kreativitas serta inovasi berkelanjutan. Kami juga ingin meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat serta mempererat hubungan dengan seluruh elemen bangsa,” ujar Trunoyudo.
Membangun Polisi yang Dekat dengan Anak
Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai ruang kreativitas dapat menjadi sarana membangun hubungan yang lebih positif antara anak dan kepolisian.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar anak tidak memandang polisi sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai pihak yang dapat menjadi sahabat sekaligus memberikan teladan positif.
“Intinya agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak dan polisi menjadi sahabat anak. Polisi juga bisa menanamkan karakter yang baik dan akhlak mulia kepada anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Aris Adi Leksono mendorong agar ruang apresiasi bagi anak diperluas melalui lebih banyak jenis kegiatan dan perlombaan.
“Apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang lebih luas lagi dengan berbagai macam mata lomba. Sehingga anak terus berkreasi berdasarkan minat dan bakat sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Melalui Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat”, Polri ingin menjadikan kreativitas sebagai bagian dari penguatan hubungan dengan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang dan melahirkan inovasi yang bermanfaat sekaligus mendukung pembentukan Generasi Emas Indonesia 2045.












