Kemkomdigi Percepat Roadmap 5G, Target Jangkau Seluruh Indonesia pada 2029

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat roadmap pengembangan jaringan 5G di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan infrastruktur digital nasional.

is Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Ismail, saat memberikan paparan dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026
is Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Ismail, saat memberikan paparan dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026 (dok : tangkapan layar)

DK-Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat roadmap pengembangan jaringan 5G di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan infrastruktur digital nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mengimbangi perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat.

Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, mengatakan percepatan roadmap 5G menjadi kebutuhan strategis seiring perubahan arah pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Menurutnya, jaringan digital yang andal menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi ekonomi berbasis AI.

“Roadmap 5G harus kita percepat. Ini penting karena dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis AI, sehingga infrastruktur digital harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut,” kata Ismail dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026, dikutip di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ismail menjelaskan pemerintah menargetkan perluasan cakupan jaringan 5G dapat terealisasi secara nasional pada 2029. Jaringan tersebut diharapkan tidak hanya tersedia di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah pelosok.

Menurutnya, target tersebut realistis karena Indonesia telah memiliki fondasi infrastruktur digital yang kuat melalui jaringan serat optik nasional yang terus berkembang.

Dengan lebih dari satu juta kilometer jaringan serat optik yang telah terbangun, pemerintah kini mengalihkan fokus pada peningkatan kapasitas jaringan serta penguatan keterampilan digital masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memaksimalkan pemanfaatan layanan digital di berbagai sektor.

“Tantangan kita bukan lagi sekadar memperluas jaringan dasar. Yang kita bangun sekarang adalah infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI,” ujar Ismail.

Kemkomdigi optimistis percepatan pembangunan jaringan 5G akan menjadi salah satu pendorong utama transformasi digital nasional. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di masa depan.