Menbud Targetkan Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Terbit Agustus 2026

enteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia tetap ditargetkan terbit pada Agustus 2026.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat ditemui wartawan usai menghadiri Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat ditemui wartawan usai menghadiri Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.(dok : Tangkapan Layar)

DJ-Jakarta – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia tetap ditargetkan terbit pada Agustus 2026. Saat ini, proses penyusunan naskah telah rampung dan memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menurutnya, penyelesaian buku kini berfokus pada pemilihan foto-foto asli yang akan melengkapi isi publikasi secara menyeluruh. Pemerintah juga memastikan seluruh materi visual memenuhi aspek keaslian serta ketentuan hak kekayaan intelektual sebelum diterbitkan.

“Mengenai buku itu, kan udah selesai sebetulnya. Tapi ternyata masih ada kendala terutama foto. Jadi, saya ikuti terus karena saya targetkan pada bulan Agustus ini,” katanya saat menghadiri Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Fadli menjelaskan proses seleksi dilakukan dengan melibatkan berbagai sumber dokumentasi, termasuk koleksi ANTARA, IPOS, dan arsip lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar setiap foto yang dimuat memiliki nilai historis sekaligus legalitas penggunaan yang jelas.

Ia menambahkan proses penataan desain dan tata letak buku juga hampir selesai sehingga penerbitan tetap diarahkan sesuai target pemerintah. Kementerian Kebudayaan optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar buku segera diluncurkan kepada publik.

“Ada sejumlah foto yang masih belum didapatkan, terutama foto-foto yang orisinil dan juga ini terkait IP-nya. Jadi masih terkendala sedikit di foto dan layout-nya sudah berjalan, sudah mungkin hampir selesai,” ujarnya.

Pemerintah berharap kehadiran buku penulisan ulang sejarah mampu menjadi rujukan baru yang lebih lengkap bagi masyarakat luas maupun kalangan akademisi. Publikasi tersebut juga diharapkan memperkuat literasi sejarah nasional melalui penyajian informasi yang akurat, kredibel, dan mudah dipahami.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menegaskan penerbitan buku sejarah Indonesia merupakan bagian dari upaya membangun karakter dan identitas bangsa.

“Penerbitan buku ini merupakan bagian integral dari upaya pemajuan kebudayaan nasional. Penyusunan buku ini menghasilkan 7.958 halaman dalam 11 jilid,” ujarnya kepada wartawan usai peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikdasmen, Minggu, 14 Desember 2025.