DK-Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan visi pesantren sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan sumber daya manusia, pengembangan sains dan teknologi, serta pemantapan ideologi bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Yusril saat mewakili Presiden Prabowo Subianto pada Tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-10 Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
“Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada lembaga pendidikan seperti Pesantren Modern Internasional Dea Malela,” kata Yusril, Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Yusril, selama satu dekade PMI Dea Malela telah menunjukkan komitmen dalam mencetak generasi yang memiliki kemampuan akademik, wawasan global, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan akhlak.
Ia juga menyampaikan apresiasi Presiden kepada pendiri PMI Dea Malela, Din Syamsuddin, beserta jajaran pengasuh dan para santri atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Pemerintah menilai PMI Dea Malela telah berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam di kawasan Indonesia Timur dengan mengedepankan kurikulum yang memadukan sains modern, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman.
Yusril mengatakan keberadaan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun sejumlah negara menunjukkan semakin luasnya jangkauan pendidikan yang dikembangkan pesantren tersebut.
PMI Dea Malela didirikan oleh Din Syamsuddin dengan mengusung visi “From Sumbawa to the World”. Pesantren ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan Islam bertaraf internasional yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan ilmu pengetahuan serta pengembangan karakter.
Peringatan satu dekade PMI Dea Malela turut dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, tokoh nasional, perwakilan negara sahabat, ulama, serta pejabat dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat.










