Silek Pandeka Tungga Tampil Memukau di Festival Muharram & Grebeg Suro Sawahlunto 1448 H

 

 

DK-Sawahlunto, Selasa 16/6/2026* – Atraksi Silek Tradisi Minangkabau dari Yayasan Sanggar Seni Silek Tradisi Pandeka Tungga menjadi salah satu daya tarik utama Festival Muharram dan Grebeg Suro 1448 H di Lapangan Silo, Kota Sawahlunto.

Festival budaya tahunan yang ke-14 ini digelar Paguyuban Kesenian Ki Sapu Jagad. Beragam pertunjukan seni dari berbagai komunitas memeriahkan acara, namun penampilan Silek Pandeka Tungga mendapat apresiasi khusus dari masyarakat.

Gerakan silek yang dibawakan tidak hanya menampilkan teknik bela diri. Di dalamnya terkandung nilai adat Minangkabau, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, serta falsafah hidup yang diwariskan turun-temurun.

Pemilik Paguyuban Kesenian Ki Sapu Jagad, *Iwan Darmawan*, bersyukur kegiatan ini konsisten digelar.

“Alhamdulillah, ini penyelenggaraan ke-14 kalinya. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, sehingga festival ini terus menjadi wadah pelestarian seni, budaya, dan mempererat silaturahmi masyarakat,” ujar Iwan Darmawan.

Wali Kota Sawahlunto, *Riyanda Putra*, turut mengapresiasi konsistensi paguyuban menjaga budaya daerah.

“Pemko Sawahlunto sangat mengapresiasi. Ke depan kami berharap Festival Muharram dan Grebeg Suro bisa dianggarkan melalui Dinas Kebudayaan, agar pelaksanaannya semakin baik dan memberi manfaat lebih besar bagi pelestarian budaya,” kata Riyanda Putra.

Dewan Pendiri & Guru Besar Yayasan Sanggar Seni Silek Tradisi Pandeka Tungga, *Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo Pandeka Tungga*, menegaskan keikutsertaan sanggar adalah komitmen melestarikan warisan Minangkabau.

“Silek bukan hanya seni bela diri, tapi juga pendidikan karakter, adab, dan jati diri orang Minang. Lewat panggung seperti ini, generasi muda bisa mengenal dan mencintai budaya leluhurnya,” ungkap Syafri Efizon.

Keluarga besar Yayasan Sanggar Seni Silek Tradisi Pandeka Tungga juga menyampaikan selamat dan sukses kepada Iwan Darmawan dan Paguyuban Kesenian Ki Sapu Jagad atas suksesnya acara.

Festival Muharram dan Grebeg Suro 1448 H tidak hanya menandai Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persatuan, silaturahmi antar komunitas, serta menjaga seni budaya sebagai identitas bangsa.

Penulis: HermanEditor: Syafri