Peluncuran Pabrik Pengolahan Limbah FABA, Koperasi Swarna Migas Mandiri Dorong Ekonomi Kerakyatan di Sawahlunto

 

DK-Sawahlunto(Sumbar) Pabrik pengolahan limbah fly ash and bottom ash (FABA) milik Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri resmi diluncurkan di Jalan Raya Kolok Rawang, Dusun Guguk Sumbayang, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin,pada Senin 18 Mei 2026.

Kehadiran pabrik ini menjadi langkah konkret dalam mengubah limbah industri PLTU Ombilin menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Sawahlunto.

Acara peluncuran turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai pemangku kepentingan. Hadir perwakilan Kepolisian Resor Sawahlunto, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Kota Sawahlunto Ir. Dahler Dt. Panghulu Sati, perwakilan Pengadilan Negeri Sawahlunto, jajaran manajemen PLN Indonesia Power UBP Ombilin, Ketua KAN Kolok, Ketua KAN Talawi, kepala desa se-Kenagarian Kolok, unsur organisasi perangkat daerah, serta tokoh masyarakat.

Ketua Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri, Erichan R.B.Ac., Dt. Malin Panghulu, menjelaskan bahwa koperasi yang resmi berdiri Desember 2025 itu kini beranggotakan 23 orang. Koperasi dibentuk sebagai wadah untuk mengelola potensi daerah agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami mengembangkan usaha pemanfaatan limbah FABA menjadi batako, paving block, u-ditch, dan kanstin melalui kerja sama dengan PT Energi Prima Nusantara. Bersama PT Prinaltia Junta Perkasa, kami juga merintis produksi pupuk organik merek MDK. Saat ini kami tengah mengurus perizinan usaha di bidang pertambangan batubara sebagai bagian dari diversifikasi usaha,” ujar Erichan.

Ia berharap dukungan aktif dari pemerintah daerah dan berbagai pihak, terutama dalam penyediaan peralatan produksi dan perluasan pemasaran, agar koperasi dapat tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Sawahlunto.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, mengapresiasi inisiatif pendirian koperasi tersebut. Menurutnya, koperasi merupakan badan usaha yang dibangun atas prinsip sukarela, kebersamaan, dan gotong royong.

“Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terdiri dari masyarakat yang mendaftarkan diri secara resmi. Permodalan berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib anggota, serta dukungan dari pihak luar yang sifatnya tidak mengikat,” ujarnya.

Tatang menilai model usaha yang dikembangkan Koperasi Swarna Migas Mandiri menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ia mendorong koperasi lain di Sawahlunto untuk mengikuti langkah serupa.
Dukungan juga datang dari PT PLN Indonesia Power UBP Ombilin. Assistant Manager Keuangan dan Umum, Hadi Mulyanto, menyatakan kesiapan perusahaan untuk mendukung pengembangan usaha yang memanfaatkan produk turunan limbah FABA.

“Bagi pihak yang berminat, silakan berkoordinasi dengan tim PLTU. Mudah-mudahan dapat memperoleh dukungan melalui program CSR terkait pemanfaatan dan pengolahan FABA,” katanya, didampingi Team Leader Lingkungan Wiki Nur Akbar dan Junior Officer Administrasi Umum Lismawati.

Hadi menambahkan, pemanfaatan FABA merupakan bagian dari komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan beban lingkungan.

Diharapkan Menjadi Koperasi Percontohan
Camat Barangin, Irma Mulyadi, menyampaikan harapan agar Koperasi Swarna Migas Mandiri dapat menjadi model pengembangan koperasi yang berhasil, sekaligus referensi bagi pembentukan koperasi-koperasi baru di daerah.

Pemerintah kecamatan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dengan bahan bangunan lain yang telah beredar di pasaran.

“Kami berharap hasil produksi memiliki standar mutu yang setara dengan produk sejenis sehingga dapat diterima luas oleh masyarakat. Dengan kualitas yang terjaga, pasar akan terbuka lebih lebar,” ujarnya.

Irma menegaskan, keberhasilan koperasi ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal di Kecamatan Barangin khususnya, dan Sawahlunto umumnya.

Peluncuran pabrik pengolahan limbah FABA ini menjadi tonggak penting dalam upaya memanfaatkan limbah industri secara produktif. Langkah ini sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kota Sawahlunto.

Penulis: HermanEditor: Afriyanti