DK-BATAM – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menunjukkan progres signifikan. Dari target awal 60 unit pembangunan tahap awal, sebanyak tujuh unit koperasi telah rampung 100 persen secara fisik. 
Koperasi yang telah selesai tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kota Batam. Meski demikian, seluruh koperasi tersebut masih belum beroperasi karena masih menunggu proses serah terima serta pematangan konsep bisnis. 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Kepri, Riky Rionaldi, mengatakan bahwa penyelesaian fisik bangunan merupakan tahap awal sebelum koperasi benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Secara fisik tujuh unit sudah selesai 100 persen, namun masih menunggu serah terima dan penyusunan rencana bisnis sebelum operasional,” ujarnya. 
Ia menambahkan, dalam waktu dekat Kementerian Koperasi akan melakukan monitoring guna memastikan kesiapan operasional serta model bisnis yang akan diterapkan di masing-masing koperasi.
Di Kota Batam sendiri, dari total puluhan kelurahan, empat unit koperasi sudah rampung pembangunannya. Namun, pelaksanaan pembangunan tidak lepas dari sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan. 
Menurut Riky, beberapa lokasi pembangunan berada di atas aset milik pemerintah daerah, BP Batam, maupun BUMN sehingga membutuhkan proses perizinan dan persetujuan administrasi yang cukup panjang.
“Semangat pembangunan tinggi, tetapi kendala utama memang pada lahan. Yang sudah dibangun itu karena lahannya sudah clear secara administrasi,” jelasnya. 
Selain itu, kondisi geografis wilayah kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama di daerah pesisir dan kawasan dengan keterbatasan lahan darat.
Lebih lanjut, Riky menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih tidak ditujukan untuk bersaing dengan ritel modern, melainkan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
“Koperasi ini fokus pada penguatan ekonomi masyarakat. Bukan untuk menyaingi ritel modern, tetapi menjadi alternatif usaha bersama yang dikelola secara profesional,” tegasnya. 
Ia berharap, kehadiran koperasi ini dapat memperluas akses usaha masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan melalui sistem ekonomi berbasis kebersamaan.


https://dpk.kepriprov.go.id/











