https://dpk.kepriprov.go.id/

Pasca kebakaran rumah warga Wako Sawahlunto Salurkan Bantuan dan Ganti Dokumen Korban

 

DK-Sawahlunto(Sumbar) Kebakaran yang melanda Desa Santur, Kecamatan Barangin, pada Senin malam, 20 April 2026, menghanguskan dua unit rumah milik warga atas nama Jumiran dan Rahma Geni Saputra.

Sehari berselang, Selasa, 21 April 2026, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi korban sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, Riyanda didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Disdukcapil, Camat Barangin, dan Kepala Desa Santur. Ia menyapa langsung kedua keluarga korban yang saat ini mengungsi di rumah kerabat terdekat. Dari pantauan di lapangan, dua rumah tersebut mengalami kerusakan berat di bagian atap dan ruang tengah akibat kobaran api.

Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Sosial menyerahkan paket bantuan tanggap darurat berupa bahan pangan, selimut, pakaian, perlengkapan mandi, serta peralatan dapur. “Ini untuk kebutuhan mendesak di masa awal. Yang penting perut tidak kosong, badan tidak kedinginan, dan bisa tidur dengan layak dulu,” kata Riyanda saat menyerahkan bantuan kepada Jumiran dan Rahma.

Selain kebutuhan pokok, Disdukcapil Kota Sawahlunto langsung membuka layanan di lokasi untuk penggantian dokumen kependudukan yang ikut terbakar. Petugas mencetak ulang Kartu Keluarga dan KTP elektronik milik kedua keluarga korban. “Dokumen harus cepat ada. Kalau tidak, warga kesulitan urus BPJS, sekolah anak, atau akses bantuan lanjutan,” ujar Riyanda.

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan peran perangkat desa dan kecamatan sebagai garda terdepan saat bencana. Ia meminta kepala desa dan camat aktif mendata kerugian, mendampingi korban, serta melaporkan cepat ke BPBD dan OPD teknis. “Respons awal tidak boleh lambat. Penanganan harus tepat dan berkelanjutan, tidak berhenti setelah foto-foto saja,” tegasnya.

Kebakaran Senin malam diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah dan cepat membesar karena material bangunan didominasi kayu. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir puluhan juta rupiah. BPBD Sawahlunto masih melakukan pendataan rinci untuk rencana penanganan lanjutan.

Riyanda memastikan Pemko akan mengawal pemulihan korban hingga tuntas. Setelah masa tanggap darurat, penanganan rehabilitasi rumah rusak berat akan dikoordinasikan dengan BPBD, Dinas Perkim, dan Dinas Sosial. “Kami pastikan warga tidak ditinggal sendiri. Pemerintah hadir dari awal sampai rumah kembali layak huni,” tutupnya.

Penulis: HermanEditor: Afriyanti