DK-Jakarta — Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menegaskan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kualitas gizi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Menurut Ibas, sapaan akrabnya, keberhasilan program strategis nasional tersebut sangat ditentukan oleh ketelitian satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.
“Kita harus memastikan seluruh bahan makanan yang masuk benar-benar higienis dan memiliki kandungan gizi yang baik. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujar Ibas, Minggu (1/3/2026).
Pengawasan dari Bahan Baku hingga Distribusi
Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya berhenti pada kualitas bahan baku, tetapi juga mencakup proses pencucian hingga pengeringan wadah makan yang digunakan dalam distribusi MBG. Faktor kebersihan peralatan makan dinilai krusial untuk mencegah risiko gangguan kesehatan pada siswa penerima manfaat.
Dalam momentum Ramadan, Ibas juga mengingatkan agar penyesuaian menu menjadi makanan kering tidak mengurangi standar kualitas program. Ia menekankan bahwa porsi, kandungan gizi, penggunaan anggaran, hingga proses distribusi harus tetap dimonitor secara ketat agar makanan aman dan layak konsumsi hingga diterima siswa.
Transparansi dan Akuntabilitas
Lebih lanjut, Ibas menegaskan MBG merupakan program yang dibiayai dari pajak masyarakat sehingga pelaksanaannya harus optimal, transparan, dan penuh tanggung jawab. Program tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.
Sementara itu, ia mengapresiasi operasional SPPG Karanglo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang dinilai mendapat respons positif dari masyarakat. Cita rasa makanan yang baik serta porsi yang memenuhi kebutuhan gizi siswa menjadi indikator pelayanan berjalan profesional dan tepat sasaran.
Ibas berharap SPPG Karanglo dapat menjadi percontohan dapur pelayanan gizi yang higienis dan akuntabel, sekaligus mendorong penguatan ketahanan gizi serta perputaran ekonomi lokal di daerah.














