Dudy Purwagandhi: Transportasi Laut Kunci Angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan penguatan kesiapan transportasi laut menjadi kunci kelancaran angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe (kanan) membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran Tahun 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe (kanan) membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran Tahun 2026.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Maluku Utara — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan penguatan kesiapan transportasi laut menjadi kunci kelancaran angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memastikan keselamatan pelayaran dan konektivitas antarpulau tetap terjaga di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada moda laut.

“Sehingga, kesiapan armada kapal, kelancaran operasional pelabuhan, serta pengawasan keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama dalam menghadapi angkutan Lebaran 2026,” ujar Dudy, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan karakteristik Maluku Utara yang didominasi wilayah kepulauan menjadikan transportasi laut sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya saat arus mudik dan balik Lebaran. Karena itu, Kementerian Perhubungan terus mematangkan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan armada, pelabuhan, serta sistem pengawasan berjalan optimal.

Kuota Mudik Gratis 7.150 Penumpang

Dalam rangka penguatan keselamatan, Menhub telah menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, untuk membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.

Pemerintah menyiapkan dukungan angkutan laut melalui program mudik gratis dan optimalisasi jaringan pelayaran antarwilayah. Untuk Maluku Utara dialokasikan kuota mudik gratis sebanyak 7.150 penumpang atau sekitar 10,82 persen dari total kuota nasional.

Kuota tersebut akan dilayani melalui 18 ruas pelayaran yang menghubungkan Ternate, Sofifi, Jailolo, Ambon, hingga Manado.

Armada dan Lintasan Diperkuat

Secara nasional, dukungan sarana dan prasarana diperkuat dengan penyediaan kapal laut dan kapal penyeberangan guna memastikan kapasitas angkutan mencukupi.

Khusus di Maluku Utara, terdapat 15 lintasan pelayaran yang dilayani 14 kapal, terdiri atas kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), kapal perintis, serta kapal swasta dengan kapasitas antara 325 hingga 2.000 penumpang.

Selain itu, untuk layanan penyeberangan disiapkan 29 lintasan dengan 13 kapal berkapasitas sekitar 50 hingga 400 penumpang guna mendukung mobilitas masyarakat antarpulau.

Menhub menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memastikan akses menuju pelabuhan berjalan lancar, pengendalian kepadatan penumpang tertata, serta pengawasan operasional kapal rakyat dan speedboat diperketat selama masa mudik.

Menurutnya, keberhasilan angkutan Lebaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, operator transportasi, hingga masyarakat sebagai pengguna jasa.