Biro Umrah di Aceh Tunda Keberangkatan, Ikuti Imbauan Pemerintah

Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah di Aceh memilih mematuhi imbauan pemerintah dengan menunda keberangkatan jamaah.

Direktur PT. Abu Hindi, Tgk. H.M. Iqbal Hanafiah, MA, Alfadhil, (duduk/dua dari kiri) saat mendampingi keberangkatan Jamaah Umrah di Masjid Blang Uyok Julok, Aceh Timur, Provinsi Aceh beberepa waktu lalu.
Direktur PT. Abu Hindi, Tgk. H.M. Iqbal Hanafiah, MA, Alfadhil, (duduk/dua dari kiri) saat mendampingi keberangkatan Jamaah Umrah di Masjid Blang Uyok Julok, Aceh Timur, Provinsi Aceh beberepa waktu lalu.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Aceh Timur – Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah di Aceh memilih mematuhi imbauan pemerintah dengan menunda keberangkatan jamaah. Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi keamanan di Timur Tengah yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.

Direktur PT Abu Hindi Aceh Timur, Tgk H.M. Iqbal Hanafiah, MA, mengatakan pihaknya sebenarnya telah memesan tiket jauh hari untuk 30 jamaah dengan rute penerbangan langsung Kuala Namu–Jeddah yang direncanakan berangkat pada awal Syawal.

“Jauh hari sebelum konflik berkecamuk, kami sudah membooking tiket awal Syawal. Kami akan terus memantau perkembangan situasi sebelum memastikan keberangkatan,” ujarnya.

Menurutnya, penerbangan langsung ke Jeddah umumnya tidak terdampak situasi keamanan. Namun, penerbangan transit ke sejumlah negara Timur Tengah mengalami gangguan, seperti melalui Bahrain, Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, dan Qatar.

Karena itu, pihaknya memilih bersikap hati-hati demi menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah.

“Semoga kondisi keamanan segera mereda menjelang 1 Syawal 1447 Hijriah. Jamaah kami imbau tetap tenang serta memperbanyak doa selama Ramadan,” ucapnya.

Pemerintah Minta Jamaah Tunda Keberangkatan

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah turut mengimbau masyarakat menunda keberangkatan umrah. Imbauan tersebut berkaitan dengan meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah.

Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenag, Akhmad Fauzin, meminta jamaah menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan aman. Ia menegaskan keselamatan jiwa jamaah menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi dilakukan bersama KBRI, Konjen, Menteri, dan Wakil Menteri,” ujarnya.

Pemerintah memastikan pemantauan situasi keamanan dilakukan secara berkelanjutan guna memberikan kepastian dan perlindungan maksimal bagi seluruh jamaah Indonesia.