DK-Banda Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah di bawah Kodam Iskandar Muda mengintensifkan pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, guna membuka kembali akses antarwilayah pascabencana.
Penerangan Kodam Iskandar Muda menyebutkan progres pembangunan jembatan sepanjang 100 meter tersebut kini telah mendekati 50 persen dan ditargetkan rampung pada Februari 2026.
Jembatan gantung Kalaili dibangun untuk menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah kampung di Kemukiman Wih Dusun Jamat, meliputi Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung di Kecamatan Linge.
Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dialami masyarakat pedalaman, terutama saat cuaca buruk.
Secara teknis, pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Empat titik abutmen telah selesai dicor sebagai fondasi utama penopang struktur. Tiang pengikat kabel baja juga sudah berdiri, sementara pekerjaan difokuskan pada pembentangan sling bawah sebagai bagian penting konstruksi utama.
Pembangunan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, yakni tiga anggota Koramil 05/Linge dipimpin Lettu Inf Muklis, 30 personel Yon TP 854/DK dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda, empat personel Kompi B Yonif 114/SM dipimpin Serda Nurdin, serta dua personel dari Puziad dipimpin Pelda Joko S.
Lettu Inf Muklis mengatakan pengerjaan terus dipercepat demi mengejar target penyelesaian bulan ini. Menurutnya, sinergi lintas satuan menjadi kunci percepatan pembangunan meski menghadapi keterbatasan sarana dan medan yang menantang.
“Pekerjaan kami kebut setiap hari, jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Jadi kami upayakan selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas serta keamanan konstruksi,” kata Muklis, Jumat (20/2/2026).
Namun, Satgas masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat pengepres dan penguncian sling. Idealnya, proses tersebut menggunakan peralatan khusus agar hasil penguncian lebih kuat dan aman.
Sementara itu, Iskandar (38), warga Desa Jamat, berharap pembangunan jembatan segera selesai agar aktivitas masyarakat lebih mudah.
“Selama ini, kalau musim hujan, kami cukup kesulitan menyeberang sungai. Kalau jembatan ini selesai, tentu sangat membantu anak sekolah, petani, dan pedagang, kami merasa diperhatikan,” ujarnya.














