H-3 Imlek, Puluhan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, arus lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta terus meningkat signifikan. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 44.918 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada periode H-3 Imlek.

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 44.918 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode H-3 Tahun Baru Imlek.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 44.918 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode H-3 Tahun Baru Imlek.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta – Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, arus lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta terus meningkat signifikan. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 44.918 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada periode H-3 Imlek.

General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JJC Desti Anggraeni mengatakan volume kendaraan yang keluar dari ibu kota pada hari tersebut meningkat hingga 46,77 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal harian yang hanya sekitar 30.604 kendaraan.

“Kenaikan volume kendaraan menunjukkan mulai meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek,” ujar Desti di Bekasi, Jawa Barat, Minggu.

Selain kendaraan yang keluar Jakarta, JJC juga mencatat peningkatan arus lalu lintas dari arah timur menuju Jakarta. Pada periode yang sama tercatat sekitar 31.655 kendaraan mengarah ke ibu kota, naik 12,96 persen dibandingkan volume normal sebanyak 28.022 kendaraan.

Pihak pengelola jalan tol menyatakan kondisi lalu lintas secara umum tetap terpantau lancar dan terkendali, dengan rekayasa lalu lintas dan pemantauan operasional secara berkala untuk mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan. Jasa Marga Group juga mengimbau pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi perjalanan.

Kondisi ini juga sejalan dengan data PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menunjukkan arus kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek mulai meningkat sejak H-4 hingga H-3, dengan puluhan ribu kendaraan menuju berbagai arah seperti Trans Jawa, Bandung, dan Merak.