DK-Jakarta – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan kesiapan penuh perusahaan dalam mengawal kelancaran angkutan Lebaran 2026. Penguatan armada, pelabuhan, dan sistem operasional dilakukan guna memastikan arus mudik dan balik berjalan aman serta lancar.
Heru menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan agar perjalanan masyarakat tetap tertib tanpa menghambat distribusi kendaraan dan logistik. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen ASDP dalam menjaga konektivitas antarwilayah selama periode Idul Fitri.
“Pelayanan optimal menjadi prioritas sehingga pengalaman penyeberangan tetap terjaga selama periode mudik dan balik (Lebaran Idul Fitri 2026),” kata Heru, Rabu (18/2/2026).
Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang pada angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang, meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen.
Lintasan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni kembali menjadi barometer kelancaran mudik nasional. Kedua pelabuhan tersebut merupakan gerbang utama pergerakan masyarakat dan kendaraan antara Pulau Jawa dan Sumatra sekaligus jalur vital distribusi logistik.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kapasitas layanan disiapkan melalui sistem tiket daring Ferizy. Kuota awal di lintasan tersibuk Merak–Bakauheni masing-masing mencapai lebih dari 1,5 juta tiket dan berpotensi bertambah mendekati puncak arus mudik.
Berdasarkan proyeksi regulator, yakni Kementerian Perhubungan, lintasan Merak–Bakauheni diperkirakan dilalui sekitar enam juta penumpang. Menjawab potensi tersebut, ASDP menyiagakan 75 kapal sesuai pengaturan operasional.
Selain itu, dua dermaga ekspres dioperasikan untuk mempercepat proses muat kendaraan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan. Dukungan operasional juga diperkuat dengan 1.197 personel di Merak dan 786 personel di Bakauheni.
ASDP mengimbau masyarakat memesan tiket lebih awal melalui Ferizy yang dapat diakses sejak H-60. Tiket dikirim melalui WhatsApp maupun email dengan sistem pembayaran digital agar jadwal perjalanan lebih pasti dan antrean panjang dapat dihindari.
Pengguna jasa juga diminta telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan serta melakukan perjalanan sesuai jadwal yang tertera. Pengisian data penumpang secara lengkap dan benar menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran layanan selama periode angkutan Lebaran 2026.














